Tampilkan postingan dengan label BISNIS NOTE By: Rendi Saputra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BISNIS NOTE By: Rendi Saputra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2019

FILOSOFI SOCIOPRENEUR

FILOSOFI SOCIOPRENEUR


Sejak membuka kelas konseling bisnis berbasis WA, fikiran memang terus tertantang untuk berfikir. Salah satunya adalah kasus salah satu klien konseling yang mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak muda agar bisa menggunakan komputer.

Beliau adik kelas Saya di ITB. Kami memang punya ingatan akan ComLabs. Sebuah lab komputer yang punya banyak program edukasi untuk mahasiswa. Hampir semua software aplikasi teknik diajarkan di ComLabs.

Kali ini beliau tinggal di sebuah daerah minus di Jawa Tengah. Jangankan anak-anak SMP-SMA ini membayar kursus komputer, untuk hidup sehari-hari saja anak-anak ini kesulitan.

Suami istri ini kemudian terus bertahan dalam beban operasional yang tinggi. Mimpinya sederhana : anak-anak desa ini harus bisa microsoft word, harus bisa excel, harus ngerti menggunakan software desain grafis. Itu mimpi mereka.

*****

Saya mencium aroma filantropi dalam diskusi di grup WA tersebut. Nampaknya suami istri ini senang sekali melayani masyarakat. Ini bukan tentang untung lagi. Walau oeprasionalnya berat, mereka tetap bertahan.

Saya pun akhirnya mengingatkan, pola main begini jangan dipertahankan. Bisa kuat sampai kapan? Bisa tahan sampai kapan? Suatu saat akan patah juga kalo terus menerus tergerus.

Saya tawarkan konsep baru : Sociopreneur. Mengapa tidak menggaet donatur. Tetap melayani anak-anak desa untuk bisa komputer, tetapi uangnya tidak perlu dari peserta didik. Cari donatur yang punya visi membekali anak desa dengan kompetensi kemampuan komputer. Pasti ada. InsyaAllah.

Awalnya konsep ini sedikit mengalami resistensi. Dan hampir semua pengusaha UMKM tidaklah umum dengan konsep sociooreneur. Ada keengganan mengelola dana bantuan dari publik. Padahal konsep ini banyak kebaikannya.

Tulisan kali ini berniat mengkampanyekan Sociopreneur. Semoga pemahaman sociopreneur ini bisa menjalar ke seluruh negeri..

*****

Ada 5 poin mengapa Sociopreneur ini penting :

1. Agar amal sholih terus langgeng lestari

Hari ini kemaksiatan boleh berbentuk bisnis. Lihat saja dunia hiburan malam. Pendekatan bentuk mereka adalah bisnis. Kemaksiatan dikemas secara profesional dan market nya mau bayar. Akhirnya aktivitas kegelapan ini berlangsung langgeng.

Kenapa langgeng? Karena setiap orang yang bergerak didalamnya mendapatkan benefit yang terukur dan jelas. Mereka bisa fokus bekerja didalam industri kemaksiatan. Apapun bagiannya. Fokus. Tanpa harus cari sampingan ini itu.

Berbeda dengan amal sholih seperti mengkursuskan komputer anak-anak desa. Pertanyaannya, sampai kapan para penggerak kemanusiaan ini kuat menyelenggarakan program? Seberapa lama para penggerak ini bisa terus berbuat, ditengah ketiadaan daya dukung materi atas kehidupan mereka.

Inilah alasan pertama, mengapa para penggerak kebaikan itu harus menoleh pada konsep sociopreneur.

2. Agar amal sholih dapat diselenggarakan secara profesional.

Jika amal sholih hanya menggunakan relawan, maka Anda tidak bisa menuntut profesionalitas pada kerja mereka. Karena sejatinya mereka adalah orang-orang yang secara sukarela membantu. Sudahlah tidak dibayar, Anda tidak bisa menuntut ini itu. Kerja dakwah jadi tidak bisa terukur.

Berbeda jika para pekerja dakwah ini mendapatkan kepastian benefit dari organ dakwah. Maka organ dakwah atau entitas filantropi yang ada, mampu melakukan kontrol kuat pada aktivitas para pekerja kebaikan.

Jika sdm pekerja kemanusiaan dibayar secara profesional, maka masyarakat bisa menuntut kerja serius para penggerak. Tidak ada lagi istilah kerelaan yang ujungnya kerja setengah-setengah.

3. Agar ekonomi terus berputar

Jika para sociopreneur menggerakkan amal sholih, menggerakkan donatur, maka dana yang diam akan bergerak. Anak-anak desa yang gak bisa akses layanan jasa edukasi komputer misalnya, akhirnya bisa merasakan layanan edukasi. Karena adanya donatur yang mendukung program.

Akhirnya para pengajar jadi memiliki lapangan pekerjaan. Ruang-ruang kelas tergunakan. Kebermanfaatan bergerak. Itulah makna dari sociopreneur. Ekonomi bergerak dan berputar. Inilah makna kesejahteraan.

*****


Senin, 13 Mei 2019



*LIMA TEKANAN BISNIS*

_oleh : Rendy Saputra_

*Subscribe* >> http://bit.ly/gabungkrbn

**********

Di tahun 1979, Michael Porter, salah satu Professor di Harvard menuliskan sebuah teori tentang "How Competitive Forces Shape Strategy".

Tentang bagaimana tekanan kompetisi membentuk strategi dari bisnis itu sendiri.

Porter telah melakukan analisa panjang, bahwa setidaknya, ada 5 tekanan besar yang akan menekan sebuah bisnis.

Teori 5 tekanan bisnis itu disebut dengan 5 Porter's Forces Analysis.

Tekanan pertama ada pada pembeli. Pembeli akan selalu menuntut harga terbaik, kualitas terbaik dan layanan terbaik. Begitu ada yang bisa hadir lebih baik, pembeli akan pindah.

Tekanan kedua ada pada produk pengganti. Jika produk kita mudah digantikan dengan yang lain, atau sama saja, bisa saja pilihan market berpindah.

Tekanan ketiga ada pada supplier. Supplier akan selalu menaikkan target penjualannya. Mereka ingin membesar. Jika bisnis kita tidak membesar, maka supplier akan mensupply ke yang lain. Dan ini menciptakan kompetitor baru.

Tekanan keempat adalah dari pendatang baru. Anak baru dengan kegesitan dan biaya yang lebih efisien, bisa memporak porandakan pemegang status quo.

Tekanan kelima ada pada rivalitas, pada lingkungan kompetisi. Banyaknya kompetitior dan morfologi para kompetitor, menjadi tekanan tersendiri bagi bisnis kita.

*KR Business Notes*
_Kamis, 11 April 2019_

**********

_Silakan forward tulisan ini ke linimasa Anda, atau sahabat terkasih Anda._

_Bagi yang ingin berlangganan tulisan bisnis Kang Rendy, silakan klik ---> http://bit.ly/gabungkrbn , terima kasih_

Dapatkan video terbatas materi Kang Rendy dengan topik *_"Sustain dalam Bisnis"_* berdurasi 40 menit dengan klik bit.ly/SustainingBusiness

Kamis, 17 Januari 2019

RESTART

RESTART

*RESTART*
_oleh : Rendy Saputra_

*************

Kejadiannya 2008. Saat itu beliau menunaikan haji. Pergi ibadah 40 hari. Meninggalkan perusahaan yang lagi tumbuh-tumbuhnya. Predikat pengusaha muda sukses tersemat. Beliau pergi haji tanpa beban.

Sepulangnya dari ibadah haji, beliau ke kantor, mengecek keuangan. Musibah terjadi. Uang kas 1,8M raib. Utang-utang vendor belum ada yang terbayar, hanya sisa piutang tak tertagih di kolom aktiva. Sadis.

Disitulah beliau akhirnya menyadari, sematan pengusaha sukses adalah ilusi. Organisasi bisnisnya masih jauh dari kata sehat. Beliau akhirnya harus menghadapi fakta brutal, bahwa banyak hal fundamental yang harus diperbaiki.

Bismillah, langkah recovery dimulai. Penuh keikhlasan Dengan penuh sangka baik kepada Allah, inilah makna doa haji beliau, beliau diuji atas masalah bisnisnya, beliau diperlihatkan kualitas sejati dari kepemimpinannya. Beliau akhirnya melangkah lurus. Tauhid bulat di hati. Hanya untuk Allah semata.

Asset-asset yang tidak produktif mulai dijual. Karyawan dikurangi. Pekerja kontrak tidak dilanjutkan. Kerjasama-kerjasama yang memakan biaya dihentikan. Perusahaannya menjadi kecil, bahkan terlihat mau bangkrut.

Sebutan pengusaha muda sukses yang bergema berubah menjadi pengusaha bangkrut. Komunitas pengusaha di kota tersebut membicarakan beliau, membicarakan mesin-mesin yang gagal cicil, membicarakan pabrik yang sudah mulai ditawar-tawarkan ke orang lain, membicarakan pengurangan karyawan yang drastis. Padahal belum bangkrut, tapi itulah yang bergema.

Restart. Beliau putuskan restart. Dengan mimik serius beliau berbicara tegas dalam jarak 2 meter,

_"Kang Ren, Saya saat itu udah gak mikirin lagi kata orang, yang saya fikirin gimana perusahaan ini bisa sustain, Allah ridho, menjadi manfaat bagi banyak orang. Ini bukan lagi tentang Saya."_

Semua dimulai lagi dari awal. Lingkar terdekat mulai dibina lagi dari awal. Para pendukung palsu dan original mulai tersaring. Kekuatan mulai digerakkan lagi dalam senyap. Bergerak dibawah tanah, bergerak senyap, bergerak dalam diam, tanpa publikasi, penuh ketawadhuan.

Hari ini tahun 2019, jutaan pcs sudah terjual, hektaran pabrik akan dibangun, penjualan selalu over demand. Pabrik aktif bergerak 2 shift. Belasan lini bisnis berderet sangat rapi. Kantor 4 lantai menjadi bukti solidnya organisasi. Alhamdulillah. Dalam 10 tahun Allah tunjukkan hasil dari istiqomah.

*****

Sahabat, semoga kisah sederhana diatas ada manfaatnya. Restart. Jika memang kekacauannya sudah level 9, maka alangkah baiknya restart. Mulai dari dari awal. Benahi niatnya, benahi platformnya, benahi timnya.

Aktivitas restart ini memang gak enak. Harus turun dari permukaan. Masuk tanah. Masuk gua. Ber uzlah. Membangun lingkaran-lingkaran kecil organisasi. Mengokohkan orang demi orang. Bergerak seksama tanpa riuh tepuk tangan dan apresiasi. Ya namanya juga restart, bangun lagi dari awal, Anda harus sabar.

Sebuah bangunan, jika masih bisa direnovasi sedikit-sedikit. Silakan direnov. Tetapi jika pondasinya gak kuat, banyak tiang yang miring, ada beberapa area yang retak, tulang-tulang atap sudah dimakan rayap, lantai hancur, maka alanglah baiknya runtuhkan saja bangunannya, bangun baru. Demikian.

*KR Business Notes*
_Kamis, 17 Januari 2019_

*************

_Silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda. Semoga manfaat_

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan 1 Hari 1 Tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan klik https://bit.ly/gabungkrbn

Jangan lupa untuk *join FB Group* kami di https://web.facebook.com/groups/185218565167664/

Rabu, 16 Januari 2019

KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN

KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN

*KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN*
_oleh : Rendy Saputra_

*******************

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan *1 Hari 1 Tulisan bisnis* seperti ini dari Kang Rendy tiap hari di *WA-Group KR Business Notes* silakan klik https://bit.ly/gabungkrbn

****************************

*KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN*
_oleh : Rendy Saputra_

Organisasi bisnis terdiri dari banyak manusia. Konsekuensinya, setiap manusia nemiliki bakat alami yang berbeda-beda. Termasuk karakter, cara berfikir, pola perilaku dan berbagai varian yang terdapat didalam diri manusia. Perbedaan ini adalah sebuah keniscayaan.

Sebagai owner atau business leader, terkadang kita nerasa nyaman dengan beberapa orang dan tidak nyaman dengan beberapa orang yang lainnya. Jika kenyamanan dan ketidaknyamanan ini berbasis hal yang memang fundamental, tentu hal ini bisa diterima. Namun jika alasannya sangat personal, inilah yang menjadi masalah.

Saya nyaman dengan dia, karena dia selalu menyetujui dan mendukung apapun pendapat saya.

Saya gak nyaman sama dia, karena dia gak suka berwacana, langsung action.

Saya nyaman sama dia, karena dia gak banyak nanya, langsung kerja

Saya gak nyaman sama dia, karena dia selalu menguji ide dan gagasan saya.

Untaian-untaian kalimat diatas sebenarnya adalah sebuah alasan yang sangat personal. Dan disitulah masalahnya. Tulisan kali ini akan membahas tentang bagaimana kita menggunakan perbedaan karakter ini untuk pertumbuhan.

*****

Sebuah perusahaan memiliki seorang owner yang kuat secara gagasan. Ide nya meledak-meledak, optimismenya tidak diragukan, kemampuan beliau mengkomunikasikan ide dan gagasan juga sangat hipnotik. Anda selalu dibuat setuju di menit ke-7.

Namun tidak demikian yang terjadi pada diri direktur operasional perusahaan tersebut. Pak COO selalu menguji gagasan sang owner yang juga menjabat sebagai dirut. Pak Dir Operasional selalu menguji sang dirut,

_"Bagaimana jika suppliernya gagal meneyediakan pak?"_

_"Bagaimana jika sponsor mundur pak?"_

_"Bagaimana jika produksi terhambat cuaca? Apa rencana kita?"_

_"Bagaimana jika client gak bayar tepat waktu, gimana kita bayar ke vendor?"_

Selalu begitu. Itulah suasana di rapat BOD. Rapat yang selalu panas, karena pak CEO dan pak COO selalu bersilang pendapat.

Di sebelah sana, pak dirut bergumam sentimen,

_"Wah, bapak ini kok negatif terus sih, positif donk, masak kita sangka buruk sama client dan supplier, bisa kok itu, gak usah difikiran"_

Pak Dir Operasional langsung nyamber,

_"Ya gak bisa gitu pak, Saya gak mau ngejalanin kalo exit plan nya gak jelas, terlalu beresiko."_

Begitulah suasana di BOD. Komisaris sengaja meletakkan pak Direktur Operasional untuk mengimbangi kegilaan pak Direktur Utama. Ada yang nge gas, ada yang ngerem. Begitulah perusahaan tersebut bekerja.

*****

Menjadi business leader memang sebuah ujian kebesaran hati. Kita harus mengakui bahwa diri kita memiliki kekuatan, namun disisi lain, kekuatan tersebut adalah kelemahan kita di sisi yang lainnya.

Seorang business leader yang selalu positif memerlukan tim yang kuat di analisa. Optimismenya harus diuji. Memang gak nyaman, memang bikin gerah, tapi itulah kesetimbangan guna mencapai pertumbuhan.

Seorang business leader dengan bakat command yang sangat besar, kuat berkonflik, ringan menegur tim, sangat mampu asertif mengungkapkan kekurangan tim, harus ditemani oleh seseorang partner kerja yang punya bakat harmonisasi dan includer. Ada yang meredakan, ada yang membatasi keganasan sang leader dalam menyemprot tim.

Seorang business leader yang kuat empathynya, sangat baperan, perlu ditemani oleh tim yang sedikit "mati rasa". Jika semua kejadian disikapi baperan, perusahaan bisa berhenti. Perlu ada sosok yang secara empati rendah, guna menjadi motor gerakan bisnis di segala cuaca. Walau leader yang baperan pasti gak nyaman dengan yang sosok mati rasa kayak begini.

Seorang leader yang ringan belanja anggaran, harus dipartnerkan dengan Direktur Keuangan yang kehati-hatiannya sampai langit ketujuh. Harus ada yang menguji pembelanjaan owner. Walau gak nyaman. Ya harus ada. Kalo tidak kas bisa bocor gak bersisa.

Itulah KETIDAKNYAMANAN yang harus ditempuh. Gak nyaman memang, ada yang ngontrol, ada yang ngaudit, ada yang selalu menguji rencana dan gagasan. Tapi itulah syarat pertumbuhan. Anda harus masuk pada zona ketidaknyamanan. Agar langkah Anda makin benar, agar rencana Anda makin kokoh.

*****

Benih itu ditanam didalam tanah. Diletakkan dibawah. Ditimbun tanah. Gelap. Pengap. Tapi dengan begitulah sebuah benih bisa tumbuh menjadi pohon yang kokoh, tinggi, rindang, berbuah bermanfaat.

Didalam menjalankan organisasi bisnis, kita harus siap menjadi benih yang tertimbun tanah. Kita harus membersamai mereka yang memang bikin kita gak nyaman. Ngomongnya tajem, selalu menanyakan gagasan, analisanya terlalu mendalam, tetapi itulah yang membuat organisasi sehat. Semua perbedaan dikelola untuk sebuah pertumbuhan.

Intinya : nyaman belum tentu bener.

*KR Business Notes*
_Rabu, 16 Januari 2019_

*************

_Silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda. Semoga manfaat_

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan 1 Hari 1 Tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan klik https://bit.ly/gabungkrbn

Jangan lupa untuk *join FB Group* kami di https://web.facebook.com/groups/185218565167664

Senin, 14 Januari 2019

MAZHAB SUSTAIN

MAZHAB SUSTAIN


*MAZHAB SUSTAIN*
_oleh : Rendy Saputra_

Sedang marak gagasan bisnis pertumbuhan agresif. Gagasan ini mendorong para pebisnis untuk memikirkan perbesaran dalam waktu yang singkat dan berlipat-lipat. Gagasan ini menarik, karena angka pertumbuhan ini memompa adrenalin, mengundang kontraksi lahir batin, dan membangun gairah baru.

Tidak ada yang salah dengan gagasan pertumbuhan agresif, namun pada prakteknya, gagasan liar ini banyak memakan korban. Jika dari 10 pebisnis yang terkena gagasan, dan 9 pebisnis ditemukan sekarat. Maka nampaknya, kita harus membangun gagasan pelengkap untuk gagasan liar ini.

*****

Sekitar setahun yang lalu di sebuah kota, Saya mengenal seorang sahabat yang berbisnis makanan oriental. Saya pun pernah dikirimi produknya, enak, lezat dan unik. Sebuah brand besar yang menjual produk yang sama di kota tersebut pun harus menyerah menutup outlet, karena bersaing dengan sahabat Saya yang satu ini.

Barusan saja Saya bincang dengan beberapa kawan, Sahabat kita kemana...

_"Lagi down kang, outletnya mulai sepi, nampak nya kehilangan fokus sejak buka cabang ke-3 dan bangun brand baru. Gak ada lagi sales 8 juta per hari, terlalu banyak yang diurusin, gak kepegang."_

Jujur sedih mendengarnya. Saya menyimak ramainya outletnya. Omset ratusan juta per bulan di kota tersebut cukup tinggi. Produknya pun bagus, kini tetiba menyepi. Layanan penyediaan makanan mulai turun, kualitas mulai turun, kontrol owner melemah, manager outlet yang handal tidak disediakan. Lama-lama pelanggan berkurang.

Buka cabangnya tidak salah, niat agresif bangun brand baru tidak salah juga, namun nampaknya ada kompetensi pertumbuhan yang tidak lengkap dijalani, tidak tuntas difahami, atau malah parahnya tidak punya model pertumbuhan yang baik.

Respon dari kisah diatas cukup jelas : jika ingin bertumbuh agresif, maka ada rukun-rukun persiapan pertumbuhan yang harus tersedia.

Organisasi yang siap menopang pertumbuhan. Sumber daya modal penunjang yang aman. Studi market yang cukup seksama. Penentuan strategi pertumbuhan yang ilmiah. Pondasi legal yang kokoh. Sistem operasi bisnis yang baku dan terukur. Dan banyak lagi.

Itulah sekiranya yang kita butuhkan dalam pertumbuhan agresif. Jika kita tidak melengkapi semua fitur yang dibutuhkan, gagasan pertumbuhan agresif ini jelas akan terus memakan korban.

*****

Ijinkan pada tulisan kali ini, Saya membawakan gagasan yang moderat. Saya menyebutnya sebagai Mazhab Keberlanjutan. Mazhab Sustain.

Sustain. Sustainible Energy : energi yang berkelanjutan, terus menerus, tidak habis sekali pakai. Mungkin ini yang memudahkan kawan-kawan memahami makna sustain.

Dalam pengamatan kasar Saya secara pribadi, bisnis-bisnis yang hari ini bertahan cukup panjang dan berkembang baik, adalah  bisnis-bisnis yang dipimpin oleh para owner yang bermazhab sustain. Silakan di cek saja.

Mazhab sustain ini memaksa Anda berfikir untuk "Terus Berkelanjutan" ketimbang "Cepat membesar".

Pertanyaan-pertanyaan dalam mazhab sustain ini mendalam :

_- Bagaimana agar bisnis Saya terus berjalan?_

_- Bagaimana agar pelanggan terus membeli produk Saya?_

_- Bagaimana agar pelanggan memutuskan membeli dalam jumlah yang besar?_

_- Pengembangan produk seperti apa yang sekiranya harus Saya lakukan untuk menjawab kebutuhan selera pasar?_

_- Perluasan layanan seperti apa yang Saya harus lakukan agar pasar terlayani maksimal? Apakah menambah area dine in, apakah menambah counter kasir, apakah meluaskan parkir._

Cara berfikir SUSTAIN memaksa kita berfikir dan bekerja mendalam pada hal yang fundamental. Kita akan serius memikirkan produk. Kita akan seksama menyimak kepuasan pelanggan. Kita akan serius mengukur repeat customer. Kita akan terus menyimak keberterusan bisnis kita setiap harinya.

Berbeda dengan mazhab pertumbuhan agresif. Mazhab agresif ini hanya mendorong pada perluasan, duplikasi, strategi kemitraan, yang terkadang melupakan hal mendasar pada bisnis : VALUE BISNIS itu sendiri.

Hampir semua penganut mazhab pertumbuhan agresif ini mengkhianati mazhab sustain. Tidak fokus lagi pada kualitas produk, tidak peduli lagi pada layanan, tidak seksama memastikan kepuasan pelanggan.

Yang menjadi syahwat adalah pertambahan outlet, perluasan brand, kehebohan eksistensi, egoisme kamuflase kesuksesan. Sehingga yang akhirnya dibangun adalah ilusi pertumbuhan : bertambah dan meluas, namun kopong pada pondasi operasi bisnis secara internal.

Sales naik namun profit makin tidak terasa.

Outlet bertambah namun kualitas turun.

SDM bertambah tapi daya kontrol melemah.

Mitra pemodal bertambah namun konflik kekecewaan mitra juga memuncak.

*****

Mungkin sebagian dari Anda bertanya, jika mazhab sustain dianut, kapan tumbuhnya? Kapan nambah outletnya? Bukankah kelestarian itu hanya terjadi ketika kita bertumbuh.

Oke... akan Saya jawab.

Jika Anda menganut mazhab sustain, insyaAllah pertumbuhan akan hadir mengikuti. Jika produk Anda baik, organisasi Anda tekun dididik, nilai-nilai budaya menyerap ke setiap kapiler organisasi, layanan optimal, pelanggan puas,... maka pertumbuhan hanya soal menekan tombol.

Jika hasil berbicara, mitra akan mengantri bekerjasama. Di titik ini malah posisi Anda diatas mitra, bukan Anda minta-minta ke mitra. SDM Anda pun juga telah terdidik dalam waktu yang cukup. Organisasi Anda relatif lebih siap.

Resiko paling buruk dari mazhab sustain hanya komentar : _"kok gak buka-buka cabang, masak 10 tahun baru 2 cabang, kok kaya nya lama, kok gitu-gitu aja."_

Pada mazhab sustain, paling jauh Anda hanga dikomentari, tetapi bisnis Anda masih jalan, cashflow Anda masih bergerak, pasar Anda masih setia, organisasi Anda masih bertumbuh perlahan.

Sedangkan pada mazhab pertumbuhan agresif, resiko Anda adalah kematian bisnis Anda. Sudah banyak bukti. Silakan lihat sendiri di lapangan, bisnis-bisnis yang membesar cepat dalam waktu yang relatif singkat, bagaimana ujungnya.

*****

Tulisan Saya pagi ini memang terasa emosional. Ia lahir atas pemikiran dan perenungan mendalam. Berfikirnya sederhana, Saya melihat banyak bisnis sahabat yang kokoh dan baik dalam 2-3 tahun kebelakang. Produknya mantep, pelanggannya gak berhenti-berhenti.

Kesemua itu kandas dan berakhir saat sang owner kerasukan mazhab pertumbuhan agresif. Karena memang mazhab ini menuntut ketekunan tingkat tinggi, menuntut karakter petarung, menuntut kedisiplinan, menuntut fokus yang dalam, dan tidak banyak orang yang siap menjalani itu semua.

Maka, berdasar pada pemahaman budaya dan karakter UMKM di negeri ini, hemat Saya, Mazhab Sustain adalah mazhab yang lebih tepat untuk diaplikasikan.

Sahabat Saya ada yang 3 tahun fokus jualan buku, merambah ke banyak hal ya baru-baru saja, setelah semua rukun-rukun pertumbuhan beliau tunaikan dengan benar. Bukan asal tumbuh, asal buka outlet, asal bikin proyek besar.

Mazhab sustain adalah mazhab yang membuat Anda berfokus :

- Yang penting bisa berjalan panjang.

- Yang penting bisa bertahan lama. (Infinite Wars)

- Yang penting berkelanjutan.
- Yang penting pelanggan Saya terus menerus loyal kesini.

Jika itu yang difikirkan, produk akan makin baik, varian produk akan hadir secara alami, outlet akan meluas dengan sendirinya, mitra pemodal akan deras mengalir, organisasi akan membesar secara organik, pondasi bisnis Anda kokoh.

Pada akhirnya, berfikir GROW seringnya mengorbankan keberlanjutan, tetapi berfikir SUSTAIN insyaAllah akan membawa Anda pada pertumbuhan.

Salam Sustain!!!

*KR Business Notes*
_Jumat, 11 Januari 2019_

*****

*_"Terkadang, didalam sebuah pertarungan, yang menang bukanlah yang dapat memukul KO lawan, tetapi siapa yang bisa bertahan lebih lama di ring." - Kang Rendy_*

Dapatkan tulisan bisnis setiap hari dari Kang Rendy via Grup WA KR Business Notes dengan klik ---> http://bit.ly/gabungkrbn

_Jika tulisan ini bermanfaat, silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda_

Bagi sahabat yang ingin berlangganan *tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan ketik "Saya ingin gabung KR Business Notes" kirim via WA ke 085220000122

atau bisa juga dengan klik
https://bit.ly/gabungkrbn

********************************