Tampilkan postingan dengan label BISNIS NOTE By: Rendi Saputra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BISNIS NOTE By: Rendi Saputra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2019

FILOSOFI SOCIOPRENEUR

FILOSOFI SOCIOPRENEUR


Sejak membuka kelas konseling bisnis berbasis WA, fikiran memang terus tertantang untuk berfikir. Salah satunya adalah kasus salah satu klien konseling yang mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak muda agar bisa menggunakan komputer.

Beliau adik kelas Saya di ITB. Kami memang punya ingatan akan ComLabs. Sebuah lab komputer yang punya banyak program edukasi untuk mahasiswa. Hampir semua software aplikasi teknik diajarkan di ComLabs.

Kali ini beliau tinggal di sebuah daerah minus di Jawa Tengah. Jangankan anak-anak SMP-SMA ini membayar kursus komputer, untuk hidup sehari-hari saja anak-anak ini kesulitan.

Suami istri ini kemudian terus bertahan dalam beban operasional yang tinggi. Mimpinya sederhana : anak-anak desa ini harus bisa microsoft word, harus bisa excel, harus ngerti menggunakan software desain grafis. Itu mimpi mereka.

*****

Saya mencium aroma filantropi dalam diskusi di grup WA tersebut. Nampaknya suami istri ini senang sekali melayani masyarakat. Ini bukan tentang untung lagi. Walau oeprasionalnya berat, mereka tetap bertahan.

Saya pun akhirnya mengingatkan, pola main begini jangan dipertahankan. Bisa kuat sampai kapan? Bisa tahan sampai kapan? Suatu saat akan patah juga kalo terus menerus tergerus.

Saya tawarkan konsep baru : Sociopreneur. Mengapa tidak menggaet donatur. Tetap melayani anak-anak desa untuk bisa komputer, tetapi uangnya tidak perlu dari peserta didik. Cari donatur yang punya visi membekali anak desa dengan kompetensi kemampuan komputer. Pasti ada. InsyaAllah.

Awalnya konsep ini sedikit mengalami resistensi. Dan hampir semua pengusaha UMKM tidaklah umum dengan konsep sociooreneur. Ada keengganan mengelola dana bantuan dari publik. Padahal konsep ini banyak kebaikannya.

Tulisan kali ini berniat mengkampanyekan Sociopreneur. Semoga pemahaman sociopreneur ini bisa menjalar ke seluruh negeri..

*****

Ada 5 poin mengapa Sociopreneur ini penting :

1. Agar amal sholih terus langgeng lestari

Hari ini kemaksiatan boleh berbentuk bisnis. Lihat saja dunia hiburan malam. Pendekatan bentuk mereka adalah bisnis. Kemaksiatan dikemas secara profesional dan market nya mau bayar. Akhirnya aktivitas kegelapan ini berlangsung langgeng.

Kenapa langgeng? Karena setiap orang yang bergerak didalamnya mendapatkan benefit yang terukur dan jelas. Mereka bisa fokus bekerja didalam industri kemaksiatan. Apapun bagiannya. Fokus. Tanpa harus cari sampingan ini itu.

Berbeda dengan amal sholih seperti mengkursuskan komputer anak-anak desa. Pertanyaannya, sampai kapan para penggerak kemanusiaan ini kuat menyelenggarakan program? Seberapa lama para penggerak ini bisa terus berbuat, ditengah ketiadaan daya dukung materi atas kehidupan mereka.

Inilah alasan pertama, mengapa para penggerak kebaikan itu harus menoleh pada konsep sociopreneur.

2. Agar amal sholih dapat diselenggarakan secara profesional.

Jika amal sholih hanya menggunakan relawan, maka Anda tidak bisa menuntut profesionalitas pada kerja mereka. Karena sejatinya mereka adalah orang-orang yang secara sukarela membantu. Sudahlah tidak dibayar, Anda tidak bisa menuntut ini itu. Kerja dakwah jadi tidak bisa terukur.

Berbeda jika para pekerja dakwah ini mendapatkan kepastian benefit dari organ dakwah. Maka organ dakwah atau entitas filantropi yang ada, mampu melakukan kontrol kuat pada aktivitas para pekerja kebaikan.

Jika sdm pekerja kemanusiaan dibayar secara profesional, maka masyarakat bisa menuntut kerja serius para penggerak. Tidak ada lagi istilah kerelaan yang ujungnya kerja setengah-setengah.

3. Agar ekonomi terus berputar

Jika para sociopreneur menggerakkan amal sholih, menggerakkan donatur, maka dana yang diam akan bergerak. Anak-anak desa yang gak bisa akses layanan jasa edukasi komputer misalnya, akhirnya bisa merasakan layanan edukasi. Karena adanya donatur yang mendukung program.

Akhirnya para pengajar jadi memiliki lapangan pekerjaan. Ruang-ruang kelas tergunakan. Kebermanfaatan bergerak. Itulah makna dari sociopreneur. Ekonomi bergerak dan berputar. Inilah makna kesejahteraan.

*****


Senin, 13 Mei 2019



*LIMA TEKANAN BISNIS*

_oleh : Rendy Saputra_

*Subscribe* >> http://bit.ly/gabungkrbn

**********

Di tahun 1979, Michael Porter, salah satu Professor di Harvard menuliskan sebuah teori tentang "How Competitive Forces Shape Strategy".

Tentang bagaimana tekanan kompetisi membentuk strategi dari bisnis itu sendiri.

Porter telah melakukan analisa panjang, bahwa setidaknya, ada 5 tekanan besar yang akan menekan sebuah bisnis.

Teori 5 tekanan bisnis itu disebut dengan 5 Porter's Forces Analysis.

Tekanan pertama ada pada pembeli. Pembeli akan selalu menuntut harga terbaik, kualitas terbaik dan layanan terbaik. Begitu ada yang bisa hadir lebih baik, pembeli akan pindah.

Tekanan kedua ada pada produk pengganti. Jika produk kita mudah digantikan dengan yang lain, atau sama saja, bisa saja pilihan market berpindah.

Tekanan ketiga ada pada supplier. Supplier akan selalu menaikkan target penjualannya. Mereka ingin membesar. Jika bisnis kita tidak membesar, maka supplier akan mensupply ke yang lain. Dan ini menciptakan kompetitor baru.

Tekanan keempat adalah dari pendatang baru. Anak baru dengan kegesitan dan biaya yang lebih efisien, bisa memporak porandakan pemegang status quo.

Tekanan kelima ada pada rivalitas, pada lingkungan kompetisi. Banyaknya kompetitior dan morfologi para kompetitor, menjadi tekanan tersendiri bagi bisnis kita.

*KR Business Notes*
_Kamis, 11 April 2019_

**********

_Silakan forward tulisan ini ke linimasa Anda, atau sahabat terkasih Anda._

_Bagi yang ingin berlangganan tulisan bisnis Kang Rendy, silakan klik ---> http://bit.ly/gabungkrbn , terima kasih_

Dapatkan video terbatas materi Kang Rendy dengan topik *_"Sustain dalam Bisnis"_* berdurasi 40 menit dengan klik bit.ly/SustainingBusiness

Kamis, 17 Januari 2019

RESTART

RESTART

*RESTART*
_oleh : Rendy Saputra_

*************

Kejadiannya 2008. Saat itu beliau menunaikan haji. Pergi ibadah 40 hari. Meninggalkan perusahaan yang lagi tumbuh-tumbuhnya. Predikat pengusaha muda sukses tersemat. Beliau pergi haji tanpa beban.

Sepulangnya dari ibadah haji, beliau ke kantor, mengecek keuangan. Musibah terjadi. Uang kas 1,8M raib. Utang-utang vendor belum ada yang terbayar, hanya sisa piutang tak tertagih di kolom aktiva. Sadis.

Disitulah beliau akhirnya menyadari, sematan pengusaha sukses adalah ilusi. Organisasi bisnisnya masih jauh dari kata sehat. Beliau akhirnya harus menghadapi fakta brutal, bahwa banyak hal fundamental yang harus diperbaiki.

Bismillah, langkah recovery dimulai. Penuh keikhlasan Dengan penuh sangka baik kepada Allah, inilah makna doa haji beliau, beliau diuji atas masalah bisnisnya, beliau diperlihatkan kualitas sejati dari kepemimpinannya. Beliau akhirnya melangkah lurus. Tauhid bulat di hati. Hanya untuk Allah semata.

Asset-asset yang tidak produktif mulai dijual. Karyawan dikurangi. Pekerja kontrak tidak dilanjutkan. Kerjasama-kerjasama yang memakan biaya dihentikan. Perusahaannya menjadi kecil, bahkan terlihat mau bangkrut.

Sebutan pengusaha muda sukses yang bergema berubah menjadi pengusaha bangkrut. Komunitas pengusaha di kota tersebut membicarakan beliau, membicarakan mesin-mesin yang gagal cicil, membicarakan pabrik yang sudah mulai ditawar-tawarkan ke orang lain, membicarakan pengurangan karyawan yang drastis. Padahal belum bangkrut, tapi itulah yang bergema.

Restart. Beliau putuskan restart. Dengan mimik serius beliau berbicara tegas dalam jarak 2 meter,

_"Kang Ren, Saya saat itu udah gak mikirin lagi kata orang, yang saya fikirin gimana perusahaan ini bisa sustain, Allah ridho, menjadi manfaat bagi banyak orang. Ini bukan lagi tentang Saya."_

Semua dimulai lagi dari awal. Lingkar terdekat mulai dibina lagi dari awal. Para pendukung palsu dan original mulai tersaring. Kekuatan mulai digerakkan lagi dalam senyap. Bergerak dibawah tanah, bergerak senyap, bergerak dalam diam, tanpa publikasi, penuh ketawadhuan.

Hari ini tahun 2019, jutaan pcs sudah terjual, hektaran pabrik akan dibangun, penjualan selalu over demand. Pabrik aktif bergerak 2 shift. Belasan lini bisnis berderet sangat rapi. Kantor 4 lantai menjadi bukti solidnya organisasi. Alhamdulillah. Dalam 10 tahun Allah tunjukkan hasil dari istiqomah.

*****

Sahabat, semoga kisah sederhana diatas ada manfaatnya. Restart. Jika memang kekacauannya sudah level 9, maka alangkah baiknya restart. Mulai dari dari awal. Benahi niatnya, benahi platformnya, benahi timnya.

Aktivitas restart ini memang gak enak. Harus turun dari permukaan. Masuk tanah. Masuk gua. Ber uzlah. Membangun lingkaran-lingkaran kecil organisasi. Mengokohkan orang demi orang. Bergerak seksama tanpa riuh tepuk tangan dan apresiasi. Ya namanya juga restart, bangun lagi dari awal, Anda harus sabar.

Sebuah bangunan, jika masih bisa direnovasi sedikit-sedikit. Silakan direnov. Tetapi jika pondasinya gak kuat, banyak tiang yang miring, ada beberapa area yang retak, tulang-tulang atap sudah dimakan rayap, lantai hancur, maka alanglah baiknya runtuhkan saja bangunannya, bangun baru. Demikian.

*KR Business Notes*
_Kamis, 17 Januari 2019_

*************

_Silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda. Semoga manfaat_

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan 1 Hari 1 Tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan klik https://bit.ly/gabungkrbn

Jangan lupa untuk *join FB Group* kami di https://web.facebook.com/groups/185218565167664/

Rabu, 16 Januari 2019

KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN

KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN

*KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN*
_oleh : Rendy Saputra_

*******************

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan *1 Hari 1 Tulisan bisnis* seperti ini dari Kang Rendy tiap hari di *WA-Group KR Business Notes* silakan klik https://bit.ly/gabungkrbn

****************************

*KETIDAKNYAMANAN DAN PERTUMBUHAN*
_oleh : Rendy Saputra_

Organisasi bisnis terdiri dari banyak manusia. Konsekuensinya, setiap manusia nemiliki bakat alami yang berbeda-beda. Termasuk karakter, cara berfikir, pola perilaku dan berbagai varian yang terdapat didalam diri manusia. Perbedaan ini adalah sebuah keniscayaan.

Sebagai owner atau business leader, terkadang kita nerasa nyaman dengan beberapa orang dan tidak nyaman dengan beberapa orang yang lainnya. Jika kenyamanan dan ketidaknyamanan ini berbasis hal yang memang fundamental, tentu hal ini bisa diterima. Namun jika alasannya sangat personal, inilah yang menjadi masalah.

Saya nyaman dengan dia, karena dia selalu menyetujui dan mendukung apapun pendapat saya.

Saya gak nyaman sama dia, karena dia gak suka berwacana, langsung action.

Saya nyaman sama dia, karena dia gak banyak nanya, langsung kerja

Saya gak nyaman sama dia, karena dia selalu menguji ide dan gagasan saya.

Untaian-untaian kalimat diatas sebenarnya adalah sebuah alasan yang sangat personal. Dan disitulah masalahnya. Tulisan kali ini akan membahas tentang bagaimana kita menggunakan perbedaan karakter ini untuk pertumbuhan.

*****

Sebuah perusahaan memiliki seorang owner yang kuat secara gagasan. Ide nya meledak-meledak, optimismenya tidak diragukan, kemampuan beliau mengkomunikasikan ide dan gagasan juga sangat hipnotik. Anda selalu dibuat setuju di menit ke-7.

Namun tidak demikian yang terjadi pada diri direktur operasional perusahaan tersebut. Pak COO selalu menguji gagasan sang owner yang juga menjabat sebagai dirut. Pak Dir Operasional selalu menguji sang dirut,

_"Bagaimana jika suppliernya gagal meneyediakan pak?"_

_"Bagaimana jika sponsor mundur pak?"_

_"Bagaimana jika produksi terhambat cuaca? Apa rencana kita?"_

_"Bagaimana jika client gak bayar tepat waktu, gimana kita bayar ke vendor?"_

Selalu begitu. Itulah suasana di rapat BOD. Rapat yang selalu panas, karena pak CEO dan pak COO selalu bersilang pendapat.

Di sebelah sana, pak dirut bergumam sentimen,

_"Wah, bapak ini kok negatif terus sih, positif donk, masak kita sangka buruk sama client dan supplier, bisa kok itu, gak usah difikiran"_

Pak Dir Operasional langsung nyamber,

_"Ya gak bisa gitu pak, Saya gak mau ngejalanin kalo exit plan nya gak jelas, terlalu beresiko."_

Begitulah suasana di BOD. Komisaris sengaja meletakkan pak Direktur Operasional untuk mengimbangi kegilaan pak Direktur Utama. Ada yang nge gas, ada yang ngerem. Begitulah perusahaan tersebut bekerja.

*****

Menjadi business leader memang sebuah ujian kebesaran hati. Kita harus mengakui bahwa diri kita memiliki kekuatan, namun disisi lain, kekuatan tersebut adalah kelemahan kita di sisi yang lainnya.

Seorang business leader yang selalu positif memerlukan tim yang kuat di analisa. Optimismenya harus diuji. Memang gak nyaman, memang bikin gerah, tapi itulah kesetimbangan guna mencapai pertumbuhan.

Seorang business leader dengan bakat command yang sangat besar, kuat berkonflik, ringan menegur tim, sangat mampu asertif mengungkapkan kekurangan tim, harus ditemani oleh seseorang partner kerja yang punya bakat harmonisasi dan includer. Ada yang meredakan, ada yang membatasi keganasan sang leader dalam menyemprot tim.

Seorang business leader yang kuat empathynya, sangat baperan, perlu ditemani oleh tim yang sedikit "mati rasa". Jika semua kejadian disikapi baperan, perusahaan bisa berhenti. Perlu ada sosok yang secara empati rendah, guna menjadi motor gerakan bisnis di segala cuaca. Walau leader yang baperan pasti gak nyaman dengan yang sosok mati rasa kayak begini.

Seorang leader yang ringan belanja anggaran, harus dipartnerkan dengan Direktur Keuangan yang kehati-hatiannya sampai langit ketujuh. Harus ada yang menguji pembelanjaan owner. Walau gak nyaman. Ya harus ada. Kalo tidak kas bisa bocor gak bersisa.

Itulah KETIDAKNYAMANAN yang harus ditempuh. Gak nyaman memang, ada yang ngontrol, ada yang ngaudit, ada yang selalu menguji rencana dan gagasan. Tapi itulah syarat pertumbuhan. Anda harus masuk pada zona ketidaknyamanan. Agar langkah Anda makin benar, agar rencana Anda makin kokoh.

*****

Benih itu ditanam didalam tanah. Diletakkan dibawah. Ditimbun tanah. Gelap. Pengap. Tapi dengan begitulah sebuah benih bisa tumbuh menjadi pohon yang kokoh, tinggi, rindang, berbuah bermanfaat.

Didalam menjalankan organisasi bisnis, kita harus siap menjadi benih yang tertimbun tanah. Kita harus membersamai mereka yang memang bikin kita gak nyaman. Ngomongnya tajem, selalu menanyakan gagasan, analisanya terlalu mendalam, tetapi itulah yang membuat organisasi sehat. Semua perbedaan dikelola untuk sebuah pertumbuhan.

Intinya : nyaman belum tentu bener.

*KR Business Notes*
_Rabu, 16 Januari 2019_

*************

_Silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda. Semoga manfaat_

Bagi sahabat yang ingin mendapatkan 1 Hari 1 Tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan klik https://bit.ly/gabungkrbn

Jangan lupa untuk *join FB Group* kami di https://web.facebook.com/groups/185218565167664

Senin, 14 Januari 2019

MAZHAB SUSTAIN

MAZHAB SUSTAIN


*MAZHAB SUSTAIN*
_oleh : Rendy Saputra_

Sedang marak gagasan bisnis pertumbuhan agresif. Gagasan ini mendorong para pebisnis untuk memikirkan perbesaran dalam waktu yang singkat dan berlipat-lipat. Gagasan ini menarik, karena angka pertumbuhan ini memompa adrenalin, mengundang kontraksi lahir batin, dan membangun gairah baru.

Tidak ada yang salah dengan gagasan pertumbuhan agresif, namun pada prakteknya, gagasan liar ini banyak memakan korban. Jika dari 10 pebisnis yang terkena gagasan, dan 9 pebisnis ditemukan sekarat. Maka nampaknya, kita harus membangun gagasan pelengkap untuk gagasan liar ini.

*****

Sekitar setahun yang lalu di sebuah kota, Saya mengenal seorang sahabat yang berbisnis makanan oriental. Saya pun pernah dikirimi produknya, enak, lezat dan unik. Sebuah brand besar yang menjual produk yang sama di kota tersebut pun harus menyerah menutup outlet, karena bersaing dengan sahabat Saya yang satu ini.

Barusan saja Saya bincang dengan beberapa kawan, Sahabat kita kemana...

_"Lagi down kang, outletnya mulai sepi, nampak nya kehilangan fokus sejak buka cabang ke-3 dan bangun brand baru. Gak ada lagi sales 8 juta per hari, terlalu banyak yang diurusin, gak kepegang."_

Jujur sedih mendengarnya. Saya menyimak ramainya outletnya. Omset ratusan juta per bulan di kota tersebut cukup tinggi. Produknya pun bagus, kini tetiba menyepi. Layanan penyediaan makanan mulai turun, kualitas mulai turun, kontrol owner melemah, manager outlet yang handal tidak disediakan. Lama-lama pelanggan berkurang.

Buka cabangnya tidak salah, niat agresif bangun brand baru tidak salah juga, namun nampaknya ada kompetensi pertumbuhan yang tidak lengkap dijalani, tidak tuntas difahami, atau malah parahnya tidak punya model pertumbuhan yang baik.

Respon dari kisah diatas cukup jelas : jika ingin bertumbuh agresif, maka ada rukun-rukun persiapan pertumbuhan yang harus tersedia.

Organisasi yang siap menopang pertumbuhan. Sumber daya modal penunjang yang aman. Studi market yang cukup seksama. Penentuan strategi pertumbuhan yang ilmiah. Pondasi legal yang kokoh. Sistem operasi bisnis yang baku dan terukur. Dan banyak lagi.

Itulah sekiranya yang kita butuhkan dalam pertumbuhan agresif. Jika kita tidak melengkapi semua fitur yang dibutuhkan, gagasan pertumbuhan agresif ini jelas akan terus memakan korban.

*****

Ijinkan pada tulisan kali ini, Saya membawakan gagasan yang moderat. Saya menyebutnya sebagai Mazhab Keberlanjutan. Mazhab Sustain.

Sustain. Sustainible Energy : energi yang berkelanjutan, terus menerus, tidak habis sekali pakai. Mungkin ini yang memudahkan kawan-kawan memahami makna sustain.

Dalam pengamatan kasar Saya secara pribadi, bisnis-bisnis yang hari ini bertahan cukup panjang dan berkembang baik, adalah  bisnis-bisnis yang dipimpin oleh para owner yang bermazhab sustain. Silakan di cek saja.

Mazhab sustain ini memaksa Anda berfikir untuk "Terus Berkelanjutan" ketimbang "Cepat membesar".

Pertanyaan-pertanyaan dalam mazhab sustain ini mendalam :

_- Bagaimana agar bisnis Saya terus berjalan?_

_- Bagaimana agar pelanggan terus membeli produk Saya?_

_- Bagaimana agar pelanggan memutuskan membeli dalam jumlah yang besar?_

_- Pengembangan produk seperti apa yang sekiranya harus Saya lakukan untuk menjawab kebutuhan selera pasar?_

_- Perluasan layanan seperti apa yang Saya harus lakukan agar pasar terlayani maksimal? Apakah menambah area dine in, apakah menambah counter kasir, apakah meluaskan parkir._

Cara berfikir SUSTAIN memaksa kita berfikir dan bekerja mendalam pada hal yang fundamental. Kita akan serius memikirkan produk. Kita akan seksama menyimak kepuasan pelanggan. Kita akan serius mengukur repeat customer. Kita akan terus menyimak keberterusan bisnis kita setiap harinya.

Berbeda dengan mazhab pertumbuhan agresif. Mazhab agresif ini hanya mendorong pada perluasan, duplikasi, strategi kemitraan, yang terkadang melupakan hal mendasar pada bisnis : VALUE BISNIS itu sendiri.

Hampir semua penganut mazhab pertumbuhan agresif ini mengkhianati mazhab sustain. Tidak fokus lagi pada kualitas produk, tidak peduli lagi pada layanan, tidak seksama memastikan kepuasan pelanggan.

Yang menjadi syahwat adalah pertambahan outlet, perluasan brand, kehebohan eksistensi, egoisme kamuflase kesuksesan. Sehingga yang akhirnya dibangun adalah ilusi pertumbuhan : bertambah dan meluas, namun kopong pada pondasi operasi bisnis secara internal.

Sales naik namun profit makin tidak terasa.

Outlet bertambah namun kualitas turun.

SDM bertambah tapi daya kontrol melemah.

Mitra pemodal bertambah namun konflik kekecewaan mitra juga memuncak.

*****

Mungkin sebagian dari Anda bertanya, jika mazhab sustain dianut, kapan tumbuhnya? Kapan nambah outletnya? Bukankah kelestarian itu hanya terjadi ketika kita bertumbuh.

Oke... akan Saya jawab.

Jika Anda menganut mazhab sustain, insyaAllah pertumbuhan akan hadir mengikuti. Jika produk Anda baik, organisasi Anda tekun dididik, nilai-nilai budaya menyerap ke setiap kapiler organisasi, layanan optimal, pelanggan puas,... maka pertumbuhan hanya soal menekan tombol.

Jika hasil berbicara, mitra akan mengantri bekerjasama. Di titik ini malah posisi Anda diatas mitra, bukan Anda minta-minta ke mitra. SDM Anda pun juga telah terdidik dalam waktu yang cukup. Organisasi Anda relatif lebih siap.

Resiko paling buruk dari mazhab sustain hanya komentar : _"kok gak buka-buka cabang, masak 10 tahun baru 2 cabang, kok kaya nya lama, kok gitu-gitu aja."_

Pada mazhab sustain, paling jauh Anda hanga dikomentari, tetapi bisnis Anda masih jalan, cashflow Anda masih bergerak, pasar Anda masih setia, organisasi Anda masih bertumbuh perlahan.

Sedangkan pada mazhab pertumbuhan agresif, resiko Anda adalah kematian bisnis Anda. Sudah banyak bukti. Silakan lihat sendiri di lapangan, bisnis-bisnis yang membesar cepat dalam waktu yang relatif singkat, bagaimana ujungnya.

*****

Tulisan Saya pagi ini memang terasa emosional. Ia lahir atas pemikiran dan perenungan mendalam. Berfikirnya sederhana, Saya melihat banyak bisnis sahabat yang kokoh dan baik dalam 2-3 tahun kebelakang. Produknya mantep, pelanggannya gak berhenti-berhenti.

Kesemua itu kandas dan berakhir saat sang owner kerasukan mazhab pertumbuhan agresif. Karena memang mazhab ini menuntut ketekunan tingkat tinggi, menuntut karakter petarung, menuntut kedisiplinan, menuntut fokus yang dalam, dan tidak banyak orang yang siap menjalani itu semua.

Maka, berdasar pada pemahaman budaya dan karakter UMKM di negeri ini, hemat Saya, Mazhab Sustain adalah mazhab yang lebih tepat untuk diaplikasikan.

Sahabat Saya ada yang 3 tahun fokus jualan buku, merambah ke banyak hal ya baru-baru saja, setelah semua rukun-rukun pertumbuhan beliau tunaikan dengan benar. Bukan asal tumbuh, asal buka outlet, asal bikin proyek besar.

Mazhab sustain adalah mazhab yang membuat Anda berfokus :

- Yang penting bisa berjalan panjang.

- Yang penting bisa bertahan lama. (Infinite Wars)

- Yang penting berkelanjutan.
- Yang penting pelanggan Saya terus menerus loyal kesini.

Jika itu yang difikirkan, produk akan makin baik, varian produk akan hadir secara alami, outlet akan meluas dengan sendirinya, mitra pemodal akan deras mengalir, organisasi akan membesar secara organik, pondasi bisnis Anda kokoh.

Pada akhirnya, berfikir GROW seringnya mengorbankan keberlanjutan, tetapi berfikir SUSTAIN insyaAllah akan membawa Anda pada pertumbuhan.

Salam Sustain!!!

*KR Business Notes*
_Jumat, 11 Januari 2019_

*****

*_"Terkadang, didalam sebuah pertarungan, yang menang bukanlah yang dapat memukul KO lawan, tetapi siapa yang bisa bertahan lebih lama di ring." - Kang Rendy_*

Dapatkan tulisan bisnis setiap hari dari Kang Rendy via Grup WA KR Business Notes dengan klik ---> http://bit.ly/gabungkrbn

_Jika tulisan ini bermanfaat, silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda_

Bagi sahabat yang ingin berlangganan *tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan ketik "Saya ingin gabung KR Business Notes" kirim via WA ke 085220000122

atau bisa juga dengan klik
https://bit.ly/gabungkrbn

********************************
TAWAZUN

TAWAZUN


*TAWAZUN*
_oleh : Rendy Saputra_

**************

Bagi sahabat yang ingin berlangganan *tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan ketik "Saya ingin gabung KR Business Notes" kirim via WA ke 085220000122

atau bisa juga dengan klik
https://bit.ly/gabungkrbn

***************

*TAWAZUN*
_oleh : Rendy Saputra_

Salah satu cara belajar yang cukup efektif itu adalah modeling. Memodel perilaku sosok yang bisa diteladani. Mencoba menyerap energi dan kebaikan dari sosok tersebut. Cara belajar tersebut konon lebih berdampak.

Beberapa hari yang lalu, Saya dan tim bersilaturahmi ke salah seorang pengusaha besar. Ribuan karyawan, hektaran pabrik, jutaan pcs produk terjual. Rasanya itu semua cukup menjelaskan besaran bisnis beliau.

Waktu itu kami menemui beliau di sore hari. Selepas jam 17.30 beliau pulang, Saya iseng bertanya :

_"Akang gak kerja sampai malam? Baru jam segini kang... masak pulang..."_

Beliau dengan penuh kesantunan menjawab,

_"Kang Ren, Sahabat Rasul banyak yang kaya raya, siangnya tetap siang, malamnya tetap malam. Siang untuk bekerja, malam untuk istirahat. Jika semuanya jadi siang, nampak ada yang salah."_

JLEBB... langsung ke uluh hati.

Beliau kemudian melanjutkan, sambil kami berjalan siap-siap menuju masjid, bahwa malam ya malam, *waja'alna laila libasa*, malam itu pakaian yang menutupi, *waja'alnannahara ma'asya*, dibuatkan siang untuk penghidupan : ma'isyah.

Maka hiduplah yang benar, begitu nasehat beliau. Gunakan malam hari untuk bersama keluarga, tidur cepat, bangun awal, berkomunikasi dengan Allah di sepertiga malam terakhir. Lalu gunakan siang secara efektif, bekerja penuh dedikasi, fokus, cukup hingga sore hari, setelahnya istirahat. Jika ada pekerjaan, kerjakan keesokan harinya.

Cukup mendalam memang apa yang beliau sampaikan. Terkadang kita berbangga dengan lembur, dengan pulang tengah malam, padahal kesemua itu melawan fithrah dasar kehidupan manusia.

Dari bangun tidur, ke tidur lagi adalah bekerja. Tidak ada jeda untuk keluarga, tidak ada jeda untuk diri sendiri, bahkan tidak ada waktu untuk Allah Rabbul'alamien.

Pekerjaan yang selalu tidak tuntas dikerjakan harian bisa jadi kesalahannya pada pembebanan kerja, atau malah terjadi karena sistem kerja yang tidak efektif. Intinya : jika malammu jadi siang, dan siangmua jadi malam, ada yang salah dalam mekanisme sistem yang ada.

*****

Setelah kunjungan tersebut Saya mulai mengevaluasi cara kerja selama ini. Terkadang memang kita tidak bijak dalam menggunakan waktu, kita menyangka jika dibahas malam ini juga, maka akan selesai malam ini juga. Padahal yang dibutuhkan pada pekerjaan adalah keberkahannya. Sebuah pekerjaan yang diridhoi Allah, diberkahi, dimudahkan, disingkatkan waktu prosesnya.

Banyak terjadi di lapangan, kita merasa sudah sibuk dan melakukan semuanya, tetapi yang hadir adalah kekacauan demi kekacauan. Disitulah harusnya kita menyadari, bisa jadi ada hak bercengkrama dengan istri yang tidak kita tunaikan, ada hak anak yang tidak kita tunaikan, ada hak bakti kepada orang tua yang kita sepelekan, ada hak tubuh, bahkan ada hak-hak Allah yang kita gak peduli. Kerja... kerja... kerja... kaki jadi kepala... kepala jadi kaki... solusipun tak hadir. Masalah tetap masalah.

Sahabat, tulisan sederhana ini mengajak para pebisnis untuk kemudian merenovasi jadwal hidupnya, sebelum terlambat.

Mulai cek waktu untuk ibadah,
Mulai cek waktu untuk tubuh,
Mulai cek waktu untuk kerja,
Mulai cek waktu untuk keluarga dan sahabat,
Mulai cek waktu untuk diri sendiri, belajar, mengupgrade diri.

Mari jadikan siang menjadi sebaik-baiknya waktu bekerja. Tersedia pagi hingga sore hari untuk bekerja.

Mari jadikan malam menjadi sebaik-baik wakru untuk istirahat. Kurangi aktivitas bada isya, segerakan istirahat, beri waktu bercengkrama dengan keluarga, rencanakan bangun di awal malam.

Ini SOP Quran, dilaksanakan oleh para sahabat. Dikerjakan oleh para orang-orang sholih. InsyaAllah terbukti berkah.

Mari benahi hidup, dengan membenahi jadwal aktivitas kita.

*KR Business Notes*
_Senin, 14 Januari 2019_

*************

_Silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda. Semoga manfaat_

Bagi sahabat yang ingin berlangganan *tulisan tentang bisnis dari Kang Rendy tiap hari* di *WA-Group KR Business Notes* silakan ketik "Saya ingin gabung KR Business Notes" kirim via WA ke 085220000122

atau bisa juga dengan klik
https://bit.ly/gabungkrbn

Kamis, 10 Januari 2019

LOW TIDE MOMENT

LOW TIDE MOMENT


*LOW TIDE MOMENT*
_oleh : Rendy Saputra_

Hidup ini pasang surut. Mirip seperti pasang surut air laut. *Ia adalah pola alami yang tidak bisa dihindari*. Begitu juga pada hidup manusia.

Kadang kita mengalami pasang naik, _High Tide_. Bisnis lagi jaya-jayanya. Personal brand lagi bagus-bagusnya. Angin lagi berhembus ke arah kita. Semuanya mendekat, menyalami, mengajak kerjasama, mengapresiasi penuh puji. Wajar. Lagi _High Tide_.

Kadang juga kita mengalami pasang surut, _Low Tide_. Sales ambruk. Hutang ke vendor numpuk. Hari-hari jadi bulan-bulanan invoice. Gaji karyawan telat bayar. Dinding mulai bicara miring. Kabar burung mulai santer. Personal brand kadang ikut surut. Mulai banyak yang ngaku gak kenal, ngaku gak dekat, ngaku bukan sahabat.

Fase tersebut Saya istilahkan dengan _*Low Tide Moment*._

Saya selalu berkeyakinan bahwa setiap kejadian yang Allah karuniakan adalah cara Allah mengajari makhluknya. Termasuk _Low Tide moment_ ini, insyaAllah banyak manfaatnya.

Tulisan kali ini akan berfokus pada manfaat dari Low Tide Moment. *Tulisan ini hadiah dari Saya khusus untuk Anda yang sedang pasang surut.*

*****

*Manfaat pertama dari Low Tide Moment adalah kesempatan untuk melihat kedalam.*

Saat Low Tide Moment, biasanya Anda mulai ditinggalkan teman-teman. Beberapa sahabat juga mulai males ngumpul dengan Anda, karena tidak ada benefit yang menarik dari bergaul dengan Anda. Yang ada malah terbawa arus declining brand, gegara dekat dengan Anda.

*Di fase seperti ini, hidup Anda sunyi.* Seperti tulisan Saya sebelumnya, low tide moment ini adalah fase terbaik bagi Anda untuk melihat kedalam diri. Inilah saat terbaik untuk mengevaluasi diri.

Saat banyak pujian, banyak tepuk tangan, banyak teman, Anda akan sulit melihat kedalam. Anda akan sulit mengevaluasi diri sendiri. _Karena Anda merasa BAIK BAIK SAJA. Tidak ada yang perlu dievaluasi. _

*****

*Manfaat kedua dari Low Tide Moment adalah menyaring kepalsuan.*

Saat Anda berada pada High Tide Moment, tentu banyak yang ingin mendekat kepada Anda. Entah network yang Anda punya, benefit bisnis yang Anda miliki, hingga tawaran kerjasama yang menguntungkan.

Pada masa High Tide Moment, semua tim juga bekerja keras. Organisasi lagi jaya-jayanya, siapa yang gak mau ikut mengambil pencapaian? Semua karyawan pasti melakukam yang terbaik.

Nah, jika Low Tide Moment datang, disinilah semuanya diuji. *Bukan hanya diri Anda, namun orang-orang di sekitar Anda.*

Saat Anda telat bayar gaji, ada yang langsung check out cari kerjaan baru, namun ada juga yang menepuk pundak Anda,

_"kami masih percaya sama bapak, bapak jalan terus, kami dukung dari belakang."_

Saat Anda mulai melakukan kesalahan demi kesalahan, ada yang tidak sabar membersamai Anda, namun ada juga yang menyalami Anda kuat,

_"namanya juga pergerakan, pasti ada barang yang pecah, yang penting mau memperbaiki diri."_

Saat Anda mulai dijauhi, ada yang mulai mengedit statusnya, dari sahabat dekat, menjadi : _"gw gak deket kok sama dia."_

Namun ada juga yang tegas memeluk Anda, _"ane disini sama antum, apapun kata orang, ane percaya antum bisa melaluinya"_

Dramatis memang. Namun di fase Low Tide Moment inilah kita bisa melihat orisinalitas dari sebuah hubungan. Dan ini juga yang terjadi pada seluruh hidup para pejuang.

Ada masa di embargo.
Ada masa dikucilkan.
Ada masa sulit mencekam.

Dan kesemua itu menyisakan para pejuang-pejuang yang terbukti berkualitas di masa depan.

*****

*Manfaat ketiga dari Low Tide Moment adalah menguji daya tahan.*

Mudah semangat dan menari di fase High Tide. Namun ketika Low Tide hadir, tidak semua bisa mempertahankan mood untuk tetap berjuang dan bekerja.

Bekerja di masa bahagia relatif mudah. Hati lapang dan tenang. Fikiran segar. Anda bisa fokus bekerja. Namun ketika banyak tekanan menerpa, di titik inilah daya tahan Anda diuji serius. Apakah Anda mampu terus bekerja didalam tekanan?

*Low Tide Moment adalah fase latihan dari langit.* Memang harus begini yang Anda lalui. Kerja dalam tekanan. Melangkah dalam gelap. Membangun arah dalam ketidakpastian. Yang lemah pasti patah. Yang setengah-setengah pasti menyerah. Yang mental pecundang pasti lari tunggang langgang. Pasti.

*****

Pasang surut.
Low tide.

Memang begitulah gerak alam semesta.

Memang begitulah pergiliran yang harus dihadapi.

Pelajaran termahal dari Low Tide Moment adalah... jangan sampai kehilangan sangka baik ke Allah. Jika sangka baik ini hilang, maka hilanglah harapan ke Allah, pupuslah ibadah, berat bermunajat, lunglailah ke masjid melangkah, lemahlah menengadah.

Pembahasan Saya diatas ingin mengajak Anda semua bersepakat bahwa Low Tide Moment ini karunia. Karunia yang sangat besar.

Di low tide inilah Anda bisa mengokohkan tim, menguatkan persahabatan, merancang kerjasama masa depan, melihat kedalam, menginsyafi diri.

Bahkan, jika surutnya panjang... jauh... lama... hingga titik dangkal laut terjauh terlewati... Bisa-bisa yang datang berikutnya bukan cuma High Tide, *tetapi tsunami kesuksesan, tsunami keberhasilan, tsunami keunggulan.*

Selamat menikmati surutnya air laut kehidupan.

*KR Business Notes*
_Kamis, 10 Januari 2019_

Rabu, 09 Januari 2019

KONSEKUENSI HIJRAH

KONSEKUENSI HIJRAH


*KONSEKUENSI HIJRAH*
_oleh : Rendy Saputra_

Masih dalam rangkaian tulisan tentang Hijrah Bisnis. Semoga semakin memantapkan langkah kawan-kawan untuk serius berhijrah.

*_"Bismillah, doain lagi hijrah nih."_*

Kalimat itu sering kita dengar. Bahkan semua acara da'wah sekarang mengangkat tema Hijrah dengan baik. Salut dan sangat mengapresiasi kerja sahabat-sahabat di medan da'wah.

Namun ada yang jarang terbahas ketika kita membahas Hijrah. Kita jarang membahas konsekuensinya. Kita jarang membahas Hijrah pada tataran fundamental. Kita jarang merenungi suasana batin para Muhajirin yang bergerak hijrah ke Yatsrib saat itu.

Tulisan kali ini akan berfokus membahas pada suasana batin para Muhajirin. Semoga kita yang berniat Hijrah dapat mengambil pelajaran yang baik atasnya.

*****

Hijrahnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam ke Madinah *bukanlah representasi dari keputusasaan*. Ia adalah murni perintah Allah. Dan jika memilih mengikuti syahwat diri, tentulah lebih wnak untuk tetap tinggal di Mekkah.

Mekkah bagi Nabi dan para pengikutnya adalah kota kelahiran. Kota dimana banyak keluarga dekat berada. Kota dimana penghidupan pun terbangun. Kota dimana telah dibangun harta benda.

*Perintah hijrah ke Yatsrib adalah perintah yang sungguh tidak mengenakkan*. Jika bukan karena keimanan dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, niscaya tidak ada kata melangkah untuk hijrah.

*****

*Konsekuensi pertama pada Hijrah adalah meninggalkan yang dicintai.* Ada tanah kelahiran yang harus ditinggalkan. Ada harta benda yang tidak bisa semua dibawa, perjalanan Mekkah ke Yatsrib bukan sembarang perjalanan. Ada sahabat dekat yang juga harus ditinggalkan. Semua kenikmatan status quo itu harus ditinggalkan.

Ini mirip dengan Hijrah didalam bisnis. Bagi yang serius berkiblat pada permodalan berbasis syirkah, tentulah harus menutup lubang-lubang riba secara massive. Ada harta yang harus dilikuidasi, ada asset diam yang harus direlakan. Untuk kemudian memulai dari nol. Ini jelas jalan gak enak.

Jika awalnya berbisnis di tempat yang syubhat, ada kenikmatan cashflow yang harus ditinggalkan. Yang awalnya 1-2M hanya perkara suap 1 malam, hari ini harus berjibaku dengan 1 outlet kuliner yang berkisar 4-6 juta per hari. Ada kenikmatan yang harus ditinggalkan. Bisa dibayangkan ya?

Jika awalnya punya banyak kawan dibisnis sebelumnya, begitu hijrah... kawan-kawan yang dulu membersamai di tempat-tempat maksiat, kemudian harus ditinggalkan. Semua tentu tidak mudah. Hidup menjadi sunyi. Tidak ada hingar bingar canda tawa tengah malam. Semua mendadak harus ditinggalkan.

*****

Konsekuensi kedua adalah jalan hijrah pasti menguji keseriusan.

Saya dipertontonkan kisah Hijrah Sahabat. Sahabat Ali bin Abi Thalib yang bertugas menggantikan Nabi di tempat tidur. Harus berhijrah sendirian dari Mekkah ke Yatsrib karena harus bergerak terakhir.

Berjalan sendiri di tengah gurun.
Tanpa alas kaki.
Menempuh gersang dan tandusnya gurun.
Beliau hanya berbekal 1 buntalan pakaian.

Air mata ini tetiba meleleh. Itulah kiranya yang akan kita lalui ketika berhijrah. Perjalanan yang tidak mudah, sepi, sendiri, mungkin penuh luka.

Dalam hijrahnya bisnis, tak jarang diantara para muhajirin bisnis yang harus kehilangan orderan. Artis yang hijrah jelas kehilangan kesempatan main film yang isinya berseberangan dengan nilai yang beliau anut. Pengusaha kontraktor yang anti suap, jelas harus kehilangan proyek di beberapa titik. Perjalanannya tidak mudah.

*Maka Hijrah membutuhkan validasi iman.* Akankah kita serius menempuh perjalanan hijrah ini, atau tidak?

*****

Konsekuensi yang ketiga dari hijrah adalah diujinya sangka baik.

Perhatikan suasana batin para Muhajirin saat bergerak ke Yatsrib.

Nanti tinggal dimana?
Nanti kerja apa?
Sampai di Yatsrib nasib bagaimana?

Hal itulah yang terus menerus berputar di kepala para Muhajirin. Namun karena kiatnya iman mereka, maka cukuplah Allah dan Rasul saja yang menjamin semuanya.

Hijrah ini perintah Allah.
Hijrah ini bersama Nabi.
Hijrah ini dijamin Allah.
Cukup. Bismillah. Hayuk melangkah.

Tidak ada keraguan. Walau diperjalanan kering kerontang. Walau kaki luka tergesek kerikil tajam. Walau langkah sudah payah. Tetapi harapan iman tetap menyala.

Ketika bisnis kita dihijrahkan, inilah konsekuensi sangka baik yang harus kita tanamkan.

Jika meeting dihentikan untuk shalat tepat waktu, insyaAllah, Allah akan mudahkan proses bisnis kita.

Jika setiap mau meeting kita awali dengan 1 halaman Qur'an, InsyaAllah, Allah akan menuntun fikiran kita, merencanakan yang baik-baik.

Jika bisnis kita diniatkan untuk membantu ummat, insyaAllah, Allah akan membersamai bisnis ini.

Allah tidak akan meninggalkan Hambanya yang berniat berhijrah kepadaNya. Yang dibutuhkan adalah sangka baik akan destinasi hijrah ini. InsyaAllah berkah dan penuh rahmah.

*****

Kiyai Saya menepuk pundak Saya saat kami sarapan pagi.

_"Rend, kalo antum niat hijrah, itu seperti pindah dari sungai, ke Samudera. Paus itu di samudera, bukan di sungai. Tapi, ketika antum melewati bagian transisi antara air sungai dan air laut, disitulah ujiannya. Melewati muara itu tidak mudah. Airnya payau, dan endapannya banyak, celahnya sempit. Disitulah ujiannya."_

Nampaknya memang benar. Setiap hijrah itu diuji. Meninggalkan sosmed yang dicintai. Bekerja dalam sunyi sepi apresiasi. Menghadapi hal-hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Itulah konsekuensi hijrah bagi para muhajirin.

Apapun episodenya, tidak ada kekalahan pada saat kita serius makin taqwa ke Allah. Tidak ada kerugian pada saat mendapatkan cinta Allah. Dan tidak ada nestapa dunia, ketika saat di akhirat masuk surga Nya Allah.

Semoga kita semua dikarunia mati baik. Mati dalam berjuang. Mati dalam kebaikan. Mati tanpa hutang. Mati tanpa menzalimi orang. Mati dalam jejak wakaf yang panjang.

*KR Business Notes*
_Rabu, 9 Januari 2019_


_Silakan *COPY PASTE* dan *FORWARD* tulisan ini ke jejaring sahabat Anda. Semoga manfaat._

_Bagi sahabat yang ingin berlangganan *tulisan Bisnis dari Kang Rendy tiap hari* silakan gabung *WA Group KR Business Notes* dengan cara klik bit.ly/gabungkrbn ya_

*GRATIS*

Selasa, 08 Januari 2019

BISNIS YANG HIJRAH

BISNIS YANG HIJRAH


*BISNIS YANG HIJRAH*
_oleh : Rendy Saputra_

Setelah bubaran majelis, seperti biasa Saya bersalam-salaman dengan jamaah. Sambil salaman, ada jamaah yang minta didoakan, Saya jawab :

_"Kebalik pak, Saya yang seharusnya minta didoakan, doakan pak, sedang hijrah."_

Sejurus kemudian dia bertanya,

_"Lho, Kang Rendy baru ngerti riba sekarang?"_

Saya pun tersenyum, tidak melanjutkan lagi membalas obrolan, hanya minta didoakan.

*****

Ketika kita berbicara *bisnis yang hijrah*, yang terbersit di kepala kita hanyalah pada konsep muamalahnya saja : riba dan tidak riba. Padahal makna hijrah ini luas.

*Pertama, hijrah pada obsesi bisnisnya*. Yang semula obsesinya untuk pembuktian diri, mempertunjukkan eksistensi, bergerak menuju obsesi penghambaan saja. Jika bisnis besar, banyak manfaat untuk market, karyawan, vendor, insyaAllah berkah. Cukup sampai disitu saja.

*Kedua, Hijrah pada prioritas bisnisnya.* Yang semula memprioritaskan meeting di atas adzan, kali ini stop dulu, shalat fardhu berjamaah tepat waktu. Kalo adzan berhenti. Yang semula memprioritaskan meeting hingga larut malam, kali ini istirahat cepat, bada isya sudah tidak ada agenda. Fokuskan bangun malam. Fokus pada keridhoan Allah, minta diajari Allah, fokus taat.

*Ketiga, Hijrah pada adab berbisnisnya.* Yang dahulu melihat kompetitor sebagai pengambil rezeki, kali ini meyakini bahwa Allah atur semua rizky. Fokus hamba adalah berbuat terbaik pada layanan bisnis, memperbaiki produk, menjaga customer. Tidak terbawa pada seling dengki satu sama lain.

*Keempat, Hijrah pada syahwat bisnisnya.* Syahwat bisnisnya terjaga. Maka langkahnya terukur. Andai memutuskan ekspansi tidak meresikolan orang banyak. Maka syahwatnya terjaga pada bisnis yang sustain namun juga bertumbuh baik.

*Kelima, Hijrah pada keputusan pola keuangannya.* Mengambil deviden secukupnya, memaksimalkan raihan profit yang ada untuk pertumbuhan bisnis. Mengambil porsi zakat dan sedekah diawal. Bukan rakus atas deviden, dan mendhulukan kehidupan pribadi.

*Keenam, Hijrah pada cita-cita tertingginya*. Yang semula diniatkan untuk dimiliki sendiri, dimiliki keluarga, kemudian diniatkan untuk diwakafkan. Membangun perusahaan yang kokoh, yang nantinya hasilnya untuk ummat. Fokus meninggalkan wakaf, memanjangkan manfaat.

*Ketujuh, Hijrah pada ego dirinya.* Yang semula menghebatkan diri, menghebatkan akal, kemudian bergerak menyadari bahwa semua karunia Allah. Belajar merunduk. Belajar melandai. Belajar keluar dari tepuk tangan riuh. Belajar menyedikitkan pujian makhluk. Berfokus pada apa yang Allah nilai pada diri saja. Cukup.

*****

Hijrah ini luas. Bergerak menuju keridhoan Allah. Maka maknanya luas. Jika dimasukkan kedalam definisi bisnis, Hijrah tidak berhenti di bab riba dan tidak riba saja, tapi mendalam sampai titik fundamental.

Semoga yang sedang memutuskan berhijrah, dikuatkan Allah. Disayangi Allah.

Semoga tulisan sederhana ini ada manfaatnya. Terima kasih.

*KR Business Notes*
_Selasa, 8 Januari 2019_

*****

_Silakan forward tulisan ini ke linimasa Anda, atau sahabat terkasih Anda._

_Bagi yang ingin berlangganan tulisan bisnis Kang Rendy, silakan klik ---> http://bit.ly/gabungkrbn , terima kasih_
DISTRAKSI KOMPETISI

DISTRAKSI KOMPETISI

*DISTRAKSI KOMPETISI*
_oleh : Rendy Saputra_

_Simon Sinek_ seorang pakar manajemen modern hadir pada *Microsoft Leader Summit*. Wahana ini adalah pertemuan para pemimpin di organisasi Microsoft. Hampir 70% leader microsoft mempresentasikan ide untuk menyaingi Apple.

Di sisi lain, Simon juga hadir pada *Apple Leadership Summit*. 100% leader di Apple berfokus membahas teknologi yang memudahkan guru mengajar, simplifikasi pada cara berkomunikasi, hingga terobosan kemudahan untuk user.

Kita sama-sama mengetahui nasib dari pertarungan kedua perusahaan raksasa teknologi ini. Microsoft yang selalu berfokus menyaingi fitur produk Apple ternyata tidak juga bisa melewati angka penjualan Apple.

Kisah diatas sangat mudah untuk dicerna. *Microsoft berfokus pada Apple, sementara Apple berfokus pada BENEFIT yang mereka ingin cetak.*

Maka pepatah ini rasanya pas : *_Winners focus on winning. Losers focus on winners._*

*****

*Kompetisi didalam bisnis adalah hal yang wajar.* Yang menjadi tidak wajar adalah ketika kita menjadikan kompetisi sebagai segalanya. Akhirnya fokus kita tertuju pada yang kompetitor lakukan. Fokus kita habis oada orang lain.

Di sebuah pojok pabrik penerbitan yang baru diperluas, seorang pengusaha yang juga guru mengajarkan kami secara seksama :

"Dulu Saya fokusnya sama orang lain kang, orang lain buat apa, Saya ikutin. Kompetitor lagi gimana, Saya coba kejar. Akhirnya capek kang. Sejak itu Saya putuskan bangun arah sendiri ke manajemen Saya. *Pokoknya Saya fokus sama tujuan dan cita-cita kami,* gak begitu peduli sama kompetitor. Ya jadi sekarang ini, malah leading."

Kisah diatas adalah kepingan fakta lapangan, *bahwa ternyata distraksi atau pengecohan fokus itu nyata adanya.* Dan para pemenang yang selalu berhasil memenangkan pertarungan adalah *mereka yang berhasil menemukan jalan mereka sendiri.*

*****

Saya senang berguru pada mereka yang membuktikan hasil. Bukan karena mereka kaya, *tetapi karena mereka berhasil membangun organisasi, membuktikan ketekunan dan berhasil diterima pasar. Itu gak mudah sama sekali.*

_"Temen fitness Saya bisnis kuliner Kang Rend, ratusan M. Edan dia mah. Saya mah baru puluhan M. Hehehe."_

Sejenak setelah mendengar kalimat tersebut, Saya kira guru Saya ini pengen lompat ke kuliner, tetapi beliau langsung melanjutkan kalimatnya.

_"Tapi arah Saya bukan itu, Saya sadar kang, gak kuat di proses bisnis yang kompleks kayak kuliner, Saya kuatnya dioptimasi distribusi produk, udah aja fokus disini, nanti juga nyampe bentar lagi ratusan M."_

Jadi jelas ya, para pemenang bukan mereka yang latah akan persaingan yang memang bukan kekuatannya. Para pemenang selalu punya fokus sendiri untuk memenangkan pertarungan panjang.

*****

Dalam peristiwa bisnis dilapangan, tak jarang kita melihat bisnis yang ngotot untuk tidak buka cabang. Hanya menguatkan di satu titik. *Mengelola market existingnya dengan tekun. Walau tetangganya yang produk bisnisnya sama, sudah buka cabang dimana-mana.*

Selang 5-7 tahun, si bisnis yang hanya 1 cabang makin eksis dan berhasil meluaskan outletnya, *sementara sang bisnis yang awalnya membuka puluhan cabang akhirnya tutup satu demi satu, termasuk outlet pertamanya.*

Terkadang kita terdistraksi dengan pertarungan yang tidak seharusnya kita masuki. Terkadang kita terprovokasi untuk mengajak organisasi berlari disaat organisasi masih memiliki kaki balita.

Terkadang kita terkecoh fokus, memberikan perhatian pada sesuatu yang tidak seharusnya kita perhatikan. Melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kita lakukan. Menerapkan strategi yang bukan DNA organisasi bisnis kita.

Energi habis.
Waktu habis.
Dan yang jelas makin jauh dari kemenangan.

*****

Ada dua pedagang online. Sama-sama berada di linimasa. Saling berteman. Bisa saling melihat postingan status. Berjualan produk di kategori produk yang sama. Beda brand. Anggaplah si A dan si B.

Si A berjualan, sudah 2 tahun. 24 bulan. Punya pelanggan tetap. Berkisar 4.000 pcs per bulan. Suatu hari si A melihat postingan si B.

"Alhamdulillah, 87.000 pcs terjual habis. Makasih ya tim"

Hati si A remuk, emosi meninggi, semua orang salah, semua pihak salah, pasangan juga kena damprat.

_Pelanggan yang setia terlupakan. Development produk jadi terbengkalai. Layanan jadi makin alakadarnya._

Angka 4.000 pcs per bulan bagi dia menjadi tidak ada artinya. Kesal. *Rasa syukur akhirnya hilang begitu saja*.

Anda bisa tebak ujungnya. Kira-kira bagaimana nasib si A.

Walau kisah terakhir ini adalah kisah fiksi. Rasanya perlu kita resapi bersama.

*Mau fokus sama orang lain? Atau mau fokus pada cita-cita mulia?*

Semoga Anda memilih titik fokus yang tepat.

*KR Business Notes*
_Kamis, 3 Januari 2019_

******

_Kami berbahagia jika Anda berkenan mempost tulisan ini di akun sosial media Anda dan juga diforward ke grup jejaring persahabatan._

_Bagi yang belum bergabung ke grup WA KR Business Notes, dapatkan tulisan bisnis Kang Rendy dengan mengirimkan *"Join KR Biz Notes"* kirim ke 085220000122._
DIBATASI - MEMBATASI

DIBATASI - MEMBATASI

*DIBATASI - MEMBATASI*
_oleh : Rendy Saputra_

Di kalangan pebisnis sering terjadi saling ukur. Bisnismu sudah sampai mana, salesmu gimana, cabangmu berapa. Beberapa pebisnis juga terkadang menghitung periode bisnis yang sudah berjalan. Kamu mulai dari tahun berapa? Berapa lama usia bisnisnya?

Hal yang paling menguji perasaan adalah ketika *dalam durasi perjalanan bisnis yang sama, seorang pebisnis harus mendapati sahabatnya 100x lebih maju*. Padahal usianya sama, mulai bisnisnya sama, pelatihannya sama, bahkan kampusnya pun sama.

Jika hal itu terjadi pada diri kita, hal apa yang sekiranya terlintas di benak kita? *Dengki dengan pertumbuhan sahabat sendiri? Atau kemudian mengevaluasi diri sendiri?*

Ada baiknya memang kita mengevaluasi diri sendiri, dan ijinkan di hari ini, Saya menghadirkan petunjuk langit yang semoga berkenaan dengan kisah diatas.

*****

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

*_Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat._* - Qs Surah Asy-Syuraa, Ayah 27

Ayat ini nampaknya dapat menjadi bahan renungan mendalam. Allah subhanahuwata'ala sangat mampu melapangkan rezeki hambaNya. Saya dan Anda. Sangat mampu untuk dilapangkan rezekinya oleh Allah Subhanahuwata'ala. Yabshutur rizqo limanyasya, pada ayat yang lain, Allah subhanahu wata'ala sangat mampu melapangkan.

*Namun disisi lain, Allah yang Maha Mengetahui juga sangat mengerti kualitas hambaNya.* ada sebagian Hamba Allah, yang ketika dilapangkan dunia atasnya, hamba tersebut akan masuk pada _*labagaw fil ardh*_, bertindak melampui batas di muka bumi : sombong, zalim, mudah menyakiti perasaan orang lain, lepas dari shalat berjamaah, zina, khamar dan kawanan maksiat lainnya.

Oleh karenanya kemudian Allah _"mengkadarkan"_ rezekinya untuk hambanya. Yunazzilu bi qodarin. *Diturunkanlah rezeki dengan kadar ukuran tertentu, diturunkanlah rezeki dengan kadar tertentu, diturunkanlah rizki pada besaran level tertentu.* yang pada level ini, seorang hamba tetap aman dalam iman.

Allah menutup ayat ini dengan kuncian asmaNya :

innahu bi'ibadihi... sesungguhnya Allah terhadap hamba-hambaNya...

Khabirun Bashirun. *Maha Melihat dengan sangat cermat-detail-akurat.*

Maka ukuran rezeki yang kita dapatkan sebenarnya berbanding lurus dengan kapasitas yang Allah ukurkan pada diri kita. Allah membatasi rezeki yang diturunkannya, guna menyelematkan hambaNya dari bermaksiat di muka bumi. Maka dititik inilah renungan mendalam yang harusnya kita lakukan.

*****

Saya suka mengajak berfikir terbalik, atau berfikir dua arah. Dari depan ke belakang, lalu dari belakang kedepan.

Jika Allah membatasi rezeki yang turun kepada hambaNya dikarenakan ketidaksanggupan hambaNya untuk hidup tidak melampui batas, maka sebenarnya kitalah yang membatasi rezeki itu sendiri.

Lho, kok bisa?

Begini, seseorang memiliki penghasilan 7 juta per bulan. Suami bekerja, istri fokus di rumah, belum ada anak. Uang segitu harus dihemat sedemikian rupa agar bisa bertahan hingga akhir bulan.

Ada satu hal yang kurang didalam rumah tangga mereka. Sang suami jarang shalat ke masjid, sang istri juga sering menyepelekan shalat. Untuk urusan birrul walidain, keduanya cuek dengan orang tua. Dengan orang tuanya saja cuek, apalagi anak yatim yang ada di lingkungan.

Alasannya sibuk mencicil rumah, sibuk mencicil kendaraan, harus memanage keuangan secara ketat. Katanya begitu.

Mari kita renungkan bersama, jika diberi rezeki 7 juta saja tidak ke masjid, padahal faham shalat berjamaah di masjid wajib bagi laki-laki. Jika diberi rezeki 7 juta saja tidak pernah membantu orang tua. Jika diberi rezeki 7 juta saja tidak bangun malam, bagaimana mau diberi banyak?

Maka sangat benar jika ada teori *bahwa rezeki yang Allah berikan sangatlah berkesesuaian dengan kapasitas yang ada.*

Jika diri kita dinilai Allah siap, Jika diri kita dinilai Allah layak, InsyaAllah, Allah akan melapangkan rezeki pada kehidupan kita.

Jika Allah menyayangi kita, jika Allah mencintai kita sebagai hamba, maka Allah tidak akan rela jika hamba yang dicintainya terbuai dunia. Disinilah terjadi pengkadaran.

Oleh karenanya, dibatasi nya rezeki yang diturunkan, adalah buah dari diri kita yang membatasi nya. Kita tidak mempersiapkan diri ini untuk layak diberi amanah rizky oleh Allah.

*****

Secara teknis, hal ini juga berkesesuaian pada logika bisnis. Bagaimana Anda mau mengelola 100 customer, jika mengelola 20 customer saja berantakan.

Bagaimana Anda mau menerima banyak rezeki, sementara organisasi Anda enggan merekrut manusia terbaik?

Bagaimana Anda mau beroperasi dengan banyak cabang, jika untuk 1 cabang saja, Anda tidak punya standard sistem yang baik?

Bagaimana Anda mau menadah rezeki yang turun dari langit, jika wadah penadahnya tidak disiapkan?

Akhirnya semua terjawab. Mentoknya kita hari ini, terbatasnya pertumbuhan kita hari ini, terkadarnya rezeki kita hari ini, tertakarnya rezeki kita hari ini, adalah buah dari kualitas diri dan organisasi bisnis yang memang belum layak diberi lebih.

Maka alangkah baiknya kita sama-sama menyiapkan tadahan rizky yang besar.

Tekun mengelola hal-hal kecil secara seksama sedari sekarang.

Menjaga adab dan kesantunan terhadap sesama, menahan diri untuk tidak menyakiti perasaan orang lain.

Menyiapkan organisasi bisnis untuk tumbuh besar, mendidik tim dengan tekun, mau berinvestasi waktu untuk mendengarkan tim, siap dikritik, siap dievaluasi, siap meillihat kedalam diri.

Membangun hubungan baik, membangun ekosistem, menjaga asset hubungan sedari kecil, guna menyiapkan sesuatu yang besar dimasa depan nanti.

Semoga bermanfaat. Saya mencintai dan menyayangi sahabat-sahabat KR Business Notes.

*InsyaAllah jika terus memperbaiki diri, InsyaAllah jika kita terus tekun, insyaAllah jika kita serius meyakinkan Allah bahwa kita siap menerima besar, insyaAllah... Allah akan melapangkan dunia ini untuk kita.*

Yakinkan Dia...
Dari sekarang...
Mulai dari hal-hal kecil...

*KR Business Notes*
Jumat, 4 Januari 2019

*****

_Semoga bermanfaat bagi sahabat yang sedang bersangka buruk kepada Allah. Allah sayang diri kita, makadari itu rezekinya sedang dikadarkan._

_Kirim tulisan diatas ke sahabat Anda yang Anda sayangi. Semoga menjadi penyala harapan dalam hati._

_Bagi yang belum berlangganan tulisan di Grup WA KR Business Notes, silakan ketik *"Join KR Biz Notes"* kirim WA ke 085220000122_
MARKET EVOLUSION

MARKET EVOLUSION

*MARKET EVOLUTION*
_oleh : Rendy Saputra_

Saya lahir di tahun 1986. Penting bagi Saya memberitahu ini agar apa yang Saya tulis menjadi beralasan.

Mungkin ada diantara pembaca yang juga lahir di kisaran tahun yang sama. Konon mereka yang lahir diatas tahun 1980 dianggap sebagai gen Y. Dan diatas tahun 2000 disebut dengan gen Z. Apapun namanya, intinya Saya lahir di rezim Soeharto. He he he.

Lahir di kisaran tahun 1980an memang penuh drama. Kita mengalami kaset, cd hingga ipod. Kita mengalami disket, floppy disk, hingga external hard drive. Kita mengalami kabel telepon, pager, hingga smart phone. Kita mengalami beli nomor HP sampai 2 juta lebih, bandingkan dengan staterpack nomor HP saat ini yang bahkan cuma 25.000.

Itulah zaman yang bergerak cepat dan berputar. Entah apalagi kejutan evolusi teknologi kedepannya. Dan setiap evolusi teknologi pasti memakan korban, juga menghadirkan juara baru.

*****

Jika Anda berbisnis di kisaran tahun 1995 sd 2005, Anda tentu masih ingat dengan pola-pola berikut :

Jika ingin membangun restoran harus memilili tempat di posisi strategis.

Jika ingin membangun tim pesan antar harus berinvestasi pada banyak motor, serta box kecil yang di branding.

Jika ingin mengarahkan tim, kita harus ke kantor, tatap muka dan membutuhkan ruang kerja yang cukup besar.

Lalu apa yang terjadi di tahun ini?

Jika ingin membangun restoran, Anda mungkin tidak perlu memiliki lokasi yang strategis, karena sosial media sangat efektif menciptakan berita magis yang bisa memboyong market ke lokasi terpencil yang Anda punya.

Jika ingin membangun tim pesan antar, saat ini Anda tidak perlu menyediakan Customer Care atau kendaraan delivery, Anda cukup sign up di Go Food, lalu meregister produk Anda. Aplikasi GoJeg akan jadi chanelling Anda. Dan babang Gojeg akan menjadi tim delivery Anda. Mudah. Bermitra.

Jika ingin mengadakan arahan teknis, Anda cukup bangun grup WA, lalu bisa voice dan text kepada tim Anda. Lebih jauh dari itu, Anda pun bisa video call dengan tim Anda. Langsung. Tanpa hambatan. Ruang meeting terdisrupsi. Jadi tidak relevan lagi.

*****

Kisah diatas adalah sedikit cerita dari jutaan cerita lainnya. Teknologi berevolusi cepat dengan hasrat ingin mempermudah kehidupan manusia. Dan sekarang antusiasmenya makin menggila.

Melayani manusia dengan cepat.

Menyelesaikan masalah manusia dengan instant.

Memperpendek durasi waktu proses.

Mempermurah biaya produksi.

Mempercepat akumulasi pengetahuan.

Semua ini mendorong evolusi teknologi yang tidak bisa kita tahan.

Nah....

Konsekuensi dari evolusi teknologi ini adalah evolusi market. Dan evolusi market tentulah menuntun evolusi bisnis model.

Teknologi berubah, maka cara manusia berkomunikasi berubah. Cara manusia memenuhi kebutuhannya pun berubah.

Perubahan cara hidup manusia ini pasti mengubah perilaku hidup sehari-hari, dan perubahan perilaku hidup sehari-hari ini, pasti mengubah peta bisnis di lapangan.

Anak muda gen z konon enggan menyetir. Macet. Untuk apa punya mobil. Ada GoCar dan Grab. Maka tidak perlu bikin sim. Tidak perlu kursus nyetir mobil. Peta bisnis kepengurusan sim dan stir mobil jadi terancam. Termasuk bisnis parkiran mobil.

Outlet Laundry dimana-mana. Warung makan murah pun berlomba memerikan makanan terbaik dengan harga terjangkau. Bagi keluarga muda yang sama-sama bekerja, untuk apa masak di rumah? Untuk apa beli mesin cuci? Maka serapan pembelian kompor, mesin cuci, hingga pasar pembantu rumah tangga jadi sepi peminat.

Setiap rumah bisa jadi kamar hotel berbayar. Walau airBnB belum ganas masuk ke negeri ini, namun perlahan redDorz dan Airy mulai merambah ke penginapan-penginapan non hotel. Seperti apartemen dan bekas kost-kost an. Bisnis model hotel sedang dalam ancaman.

Inilah yang terjadi hari ini. Teknologi yang terus berevolusi dan akhirnya perilaku market yang akhirnya berevolusi.

*****

Lalu apa solusi dari kegelisahan tulisan diatas? Apa yang harus kita lakukan? Apa langkah-langkah untuk merespon dunia yanv bergerak cepat?

Jawabannya : bangunlah organisasi bisnis yang DNA nya cepat berevolusi, bangunlah mekanisme organisasi yang lentur, bangunlah budaya untuk terus mengikuti ritme perubahan.

Selamat mencoba....

*KR Business Notes*
_Sabtu, 5 Januari 2019_

*****

_Persiapkam diri Anda untuk menghadapi evolusi teknologi, teruslah ikuti tulisan-tulisan bisnis dari Kang Rendy di grup WA KR Business Notes._

_Silakan join grup WA KR Business Notes dengan ketik *"Join KR Biz Notes"* kirim WA 085220000122_
ENERGI SUNYI

ENERGI SUNYI

*ENERGI SUNYI*
_oleh : Rendy Saputra_


Sepekan sudah Saya menulis 1 artikel bisnis setiap hari. Sudah sepekan sudah hidup tanpa sosmed, tanpa melihat notifikasi, tanpa melihat komen. Seorang tim mengingatkan pentingnya interaksi dua arah, tapi entah mengapa kesunyian ini memberikan sesuatu yang berbeda.

Dalam sepekan ini Saya menulis 3 artikel sehari. 1 artikel bisnis, 1 artikel manajemen masjid dan 1 artikel audio untuk anggota SSN. Seorang sahabat menjapri memberikan semangat :

*_"Thanks banget tulisannya, udah bener ente off sosmed. Teruslah menulis."_*

Akhirnya Saya nenyadari bahwa kesunyian ini adalah sumber energi. Sunyi adalah ruang sepi yang mendorong jiwa mampu mendengar suara terdalam. Suara yang terkadang tertutup ketika kita berada di alam kebisingan.

Inilah yang ingin Saya ulas. Sepi yang menjadi sumber energi. Sepi yang terkadang harus serius untuk kita bangun. Kesunyian yang mengeraskan suara nurani.

*****

Bisnis itu butuh ilham. Bisnis itu butuh ide segar. Bisnis itu butuh gagasan brilian. Bisnis itu butuh kreatifitas. Itulah yang kita fahami. Dan itulah yang kita rasakan dalam pertarungan bisnis hari ini.

Ketika seorang pebisnis membutuhkan ide segar, sebenarnya ide itu berjatuhan dari kangit ke hati manusia. Ilham itu berserakan di semesta, dan hati kita sangat bisa mendengar petunjuk tersebut.

Namun yang menjadi masalah adalah bisingnya ruang hidup yang kita punya. Yang jadi masalah adalah ruang echo yang selalu menggemakan suara yang sebenarnya tidak perlu kita dengar. Akhirnya suara murni dari langut tidak terdengar jelas.

*****

Anda sedang membutuhkan ide segar untuk bisnis fashion Anda yang sedang stagnan dalam 2 tahun terakhir. Usia bisnis fashion Anda 3 tahun, penjualan baju khusus pria ini menantang. Anda sedang butuh petunjuk langit untuk keluar dari stagnansi ini.

Tiba-tiba Anda melihat status postingan sahabat Anda. Sahabat seumuran. Satu angkatan pelatihan. Satu perguruan. Satu lingkungan. Satu komunitas bahkan.

*_"Kalo gak bisa jualan baju pria, nyerah aja. Kalo gak ngerti session laris baju pria, mending belajar lagi."_*

No mention. Gak jelas arahnya. Tapi tiba-tiba Anda langsung baper.

Sejurus kemudian, Anda langsung scroll kolom komen :

Si A komen : _"kayaknya gw tau deh... wkwkwkwk"_

Si B komen : _"oh... yang stoknya sampe didiskon 70% itu ya maaak..."_

Si C komen : _"fakta jangan dipost mak.. sakiiitttt..."_

Selangkah kemudian Anda mulai tersinggung, kok tega-tega nya si A, B dan C ngomong begitu ya, kan saya gak pernah nyakitin dia, kok dia tega ya, komen-komen di statusnya, bikin algoritma dia jadi naik.

Dunia Anda jadi bising, Hati Anda jadi gaduh, Jiwa Anda jadi membenci, mendendam, bikin perhitungan dan turunan langkah iblis lainnya.

Padahal, *inna syani aka huwal abtar*. Siapa yang membenci, dia yang akan terputus. Siapa yang mendendam, dia sedang merusak jalan rezkinya sendiri.

Kegaduhan, kebisingan, keriuhan, noise. Membuat Anda tidak dapat mendengar gagasan jernih dari langit. Semuanya tersamarkan dengan suara-suara ajakan kebencian yang dihembuskan setan kedalam hati Anda.

*****

*Kegaduhan*, mengurusi urusan orang lain yang sama sekali tidak membawa faedah kedalam kehidupan Anda.

*Kebisingan*, membahas keburukan orang lain, walaupun fakta, Anda sedang mentransfer pahala kebaikan Anda ke orang tersebut. Alih-alih mendapatkan solusi bisnis. Anda terus diliputi kebisingan.

*Keriuhan*, kita larut dalam komentar orang lain, pujian orang lain, sanjungan orang lain. Kita tenggelam dalam riuh tepuk tangan orang banyak, dan di suasana itulah suara jernuh dari langit susah terdengar.

*****

Saya benar-benar merasakan kesunyian paska keluar sosmed. Tugas Saya hanya menulis, lalu tulisan Saya send ke admin, lalu admin mendistribusikan tulisan tersebut ke puluhan grup yang ada. Saya tidak perlu berada di grup-grup itu.

Sebagian pembaca di grup WA memposting ulang di sosmed. Konon begitu kata tim Saya. Saya pun gak berniat melihat. Dan dari sana tulisan bergerak ke sahabat-sahabat baru. Untuk kemudian menjadi arus member baru di grup-grup WA yang kami kelola.

Tidak ada lagi _like_ di tulisan Saya. Karena memang fiturnya tidak ada. Saya juga tidak faham berapa orang yang mereshare tulisan ini ke grup-grup WA yang ada. Tidak ada ukurannya. Dan memang tidak penting lagi ukur mengukur hal itu bagi Saya saat ini.

Hari ini, tugas Saya adalah menulis gagasan yang dirasa bermanfaat bagi bisnis teman-teman.

Fikirkan.
Endapkan.
Rancang.
Tulis.
Blast.

Sesimpel itu ruang sunyi hari ini. Tidak ada lagi mengitung likes, tidak ada lagi menghitung jumlah share, tidak ada lagi menghitung komen, tidak ada lagi hidup diperbudak notifikasi.

Sunyi. Sepi. Namun disinilah Saya mendapatkan energi.

*****

Sahabat, bisa jadi saran Saya benar, atau bisa jadi juga salah, namun jika boleh menyarankan, jika memang hari ini kita membutuhkan ide segar untuk keluar dari kepelikan bisnis, maka UZLAH adalah jalan terbaik. Menyepi, mensunyikan hidup, mengheningkan kehidupan.

Dahulu untuk mendapatkan kesunyian harus ke gua, menjauh dari pusaran masyarakat, menyendiri. Alhamdulillah sekarang ada cara yang lebih mudah dan benar-benar terbukti langsung sunyi : sign out dari sosmed.

Selamat mencoba.

*KR Business Notes*
_Ahad, 6 Januari 2019_

*****

Join KR Business Notes dengan mengirimkan "Join KR Biz Notes" kirim WA ke 085220000122
RESEP KOMPLIT

RESEP KOMPLIT

*RESEP KOMPLIT*
_oleh : Rendy Saputra_

Beberapa hari yang lalu Saya diminta bantuan oleh seorang sahabat. Beliau mengajak Saya ke outlet bisnisnya. Seperti biasa, beliau meminta masukkan atas bisnisnya.

Kebetulan awal tahun ini Saya memang menjeda agenda. Ada waktu sedikit luang untuk membantu sahabat dekat. Namun jangan salah faham, Saya bukan konselor bisnis profesional, tidak ada bayar-bayar.

Saya mulai menyimak outletnya, lalu kemudian mencoba merasakan produknya. Karena ini bukan domisili Saya, maka Saya mengajaknya untuk survey ke outlet bisnis lain yang memiliki jenis produk yang sama.

Beliau langsung menunjuk satu dua outlet yang relatif ramai :

_"Ada kang, saya bawa ke outlet sejenis yang ramai ya."_

Maka pergilah kami ke outlet yang menjual produk di kategori yang sama. Ramai memang. Antrian pembeli relatif tidak berhenti. Saya pun penasaran, nampaknya produk di outlet ini relatif lebih bisa diterima oleh market.

Saya pun mencoba produknya, kami ada beberapa orang yang juga mencoba produk pesaing. Beberapa orang yang juga pernah mencoba produk kami. Dan disini Saya mendapatkan kesadaran yang mendalam.

Dari segi size, produk pesaing lebih kecil. Dan dari segi rasa, produk pesaing ini sangat sangat jauh dari produk sahabat Saya. Ini bukan karena produk tersebut adalah produk sahabat, Saya pun bertanya pada beberapa teman yang mudah-mudahan objektif, jawabannya sama. Produk sahabat lebih unggul dari semua hal.

Fakta yang kami temukan demikian. Beliau kuat di sisi produk, tetapi mengapa pengunjungnya mengalami stagnansi. Akhirnya Saya berdiri lama di depan outlet pesaing, dan ada yang sahabat Saya tidak miliki : *LOKASI yang memiliki TRAFFIC.*

Saya berdiri lama didepan outlet pesaing. Didepannya jalan utama yang dilalui jalur angkot. Jalan nya pun tidak memiliki pembatas jalan di tengah lajur, sehingga market dari arah manapun bisa langsung parkir didepan outlet. Kanan dan kirinya pun outlet kuliner, nampak memang disini pasarnya kuliner.

Saya membandingkan dengan outlet sahabat Saya yang relatif terkunci di sisi traffic. Saya tidak bisa bercerita banyak, tetapi ada beberapa barrier yang menunjukkan sulitnya pengunjung mengakses.

Hasil temuan ini akhirnya mendorong kami pindah lokasi. Tidak ada perdebatan lagi, produk sahabat ini lebih enak dari segi manapun, nampak lokasi yang menjadi hambatan.

*****

Sahabat, pelajaran diatas membawa Saya pada sebuah pemahaman mendalam bahwa bisnis adalah akumulasi dari berbagai ramuan bahan baku keberhasilan.

Produk bagus, namun Anda juga butuh arus pasar yang mendukung. Sebaliknya, traffic lancar, tetapi Anda juga harus memiliki produk yang OK.

Bukan cuma produk dan traffic, Anda juga harus mempersiapkan tim yang bisa melayani, Anda harus bisa membangun sistem yang memastikan proses bisnis berjalan, bahkan Anda juga dituntut untuk membangun pola keuangan yang sehat. Disiplin pada belanja operasi dan penggunaan profit sebagai bahan bakar pertumbuhan.

Intinya seperti resep makanan. Yang membuat mie ayam enak itu bukan hanya mie nya. Tetapi ayamnya, bumbunya, bahan-bahan yang bercampur pada mie ayam tersebut. Kita berbicara puluhan bahan masakan. Kita berbicara tentang banyaknya variabel yang berpengaruh.

Maka berhentilah menutup diri dari evaluasi. Terkadang kita tidak siap melihat hal lain.

_"Produkku ini kurang enak apa, boleh diadu kelezatannya sama produk lain!"_

_"Tim Saya ini kurang canggih apa, Saya rekrut dari multi national corporate lho!"_

_"Jalan depan outlet Saya ramai lho, traffic gak usah ditanya!"_

Mau apapun alasan Anda hari ini, tetap saja faktanya outlet Anda stuck. Iya kan? Lihat saja pada faktanya. Traffic sepi, capaian sales rendah, user yang sudah membeli produk Anda lalu tidak membeli lagi. Ya begitu kan faktanya?

Disinilah kesadaran itu penting : bisnis adalah ramuan RESEP KOMPLIT. Jika ada bahan baku yang tidak lengkap, rasa akan berbeda. Maka pastikan resepnya komplit.

*****

Diatas kita berbicara tentang masalah teknis, namun sebenarnya RESEP KOMPLIT bisnis ini huga terkait dengan hal-hal non-teknis. Lebih tepatnya spritual-metafisik.

_Bagaimana adab dengan orang tua._

_Bagaimana adab dengan pasangan._

_Bagaimana adab dengan anak-anak._

_Dan yang paling mendasar adalah bagaimana adab dengan RABB yang menggenggam semesta alam._

Banyak pelajaran yang Saya dapatkan dari melihat kehidupan orang lain, sahabat, bahkan kehidupan diri sendiri. Bahwa hal non teknis inilah yang terkadang berpengaruh sangat besar kepada bisnis atau pencapaian kehidupan kita.

Selagi sadar, hentikan sikap menyakiti perasaan orang lain.

Selagi sadar, pastikan semua operasi bisnis dihadirkan cermat, agar tidak menyakiti pelanggan.

Selagi sadar, kurang-kurangi membenci, bersangka buruk, membangun permusuhan, bahkan masuk pada konflik yang seharusnya tidak perlu kita masuki.

Allah yang Maha Adil ini membangun semesta dengan sifatnya yang setimbang. Maka apapun yang kita lakukan, apapun, sekecil dan seringan apapun tindakannya, akan dihitung, dipertanggung jawabkan, dibalas... sebagiannya didunia dan ditunaikan lengkap di akhirat.

Semoga ada manfaatnya. Saya berharap dan berdoa, sahabat-sahabat yang berada di Grup WA KR Business notes, dikaruniai Allah kesadaran untuk bisa menambal ruang kosong dalam bisnisnya.

*KR Business Notes*
_Senin, 7 Januari 2019_

*Mohon maaf tulisan yang seharusnya di share kemarin, baru kami share pagi ini kerena ada persiapan teknis terkait WA yang kami gunakan.

*****

_*"Join KR Biz Notes"* kirim WA ke 085220000122. Dapatkan tulisan dari Kang Rendy._